• NaylaKu,  Oktoku,  Parenting,  SatriaKu

    Anak-Anakku, Apakah Selama Ini Kalian Bahagia?

    Suatu kali saya mengikuti kuliah parenting via group wa, materinya membahas tentang mengenali karakter anak agar orang tua bisa memberikan yang terbaik bagi anak. Pemateri mengawali materinya dengan mengajukan pertanyaan “Pernahkah Bapak/Ibu menanyakan pada anak-anak, apakah mereka merasa bahagia selama ini?”. Bahagiakah kalian, Nak? Langsung jleb deh dapat pertanyaan seperti ini, jujur saja, saya selama ini tak pernah menanyakan pada anak-anak, apakah selama ini mereka berbahagia, apa yang membuat mereka bahagia. Usai sesi kuliah parenting tersebut, saya mulai mencari waktu untuk bicara berdua dengan babang dan kakak, pengen menggali tentang bahagia yang ada dalam diri mereka. Dan inilah hasil pembicaraan saya dengan mereka.

  • NaylaKu

    Bocah Perempuan 7 Tahun itu….

    Bocah perempuan 7 tahun itu… mulai rajin sholat di Masjid. Setiap ada kumandang adzan segera menghentikan aktivitasnya, bergegas ke belakang mengambil mukenanya, lalu ┬áberteriak bilang “Aku ke Masjid ya, Ma” sambil berlari menuju Masjid yang letaknya di seberang jalan. Bahkan, saking pengennya jamaah di Masjid, kalau hari sabtu saya ajak keluar, dia selalu bilang nggak mau kalau pulangnya diatas jam 12. Takut nggak kebagian sholat dhuhur berjamaah.

  • NaylaKu,  SatriaKu

    Belajar dari Komik, Emang Bisa?

    Jaman kuliah dulu, saya memimpikan ada “diktat kuliah Naruto” maksudnya diktat kuliah yang enak di baca, tidak membosankan, bikin penasaran kalau bacanya kepotong ditengah jalan. Harus di baca sampai tuntas tas, mudah dipahami dan tetap ada diingatan walau diktatnya sudah ditutup. Yah, semacam baca komik Naruto, nggak akan diletakkan kalau belum selesai. Penasaran dan nggak sabar nunggu seri selanjutnya. Dan ternyata, kini jamannya anak-anak yang mengalami. Bukan buku sekolah, bukan diktat kuliah, tapi benar-benar komik. Lebih tepatnya edukomik. Komik yang banyak memuat pelajaran di dalamnya. Komik-komik ini kini menjadi salah satu sumber belajar mereka. Setiap satu komik membahas tema tertentu. Komik ini penulis dan ilustratornya orang korea selatan. Setiap tema…

  • NaylaKu,  SatriaKu

    Sunyi yang Mencurigakan

    Suatu sore saya sedang mencoba asyik di depan laptop sambil memangku Okto. Sementara kedua kakaknya bermain di halaman. Mereka main petak umpet dan berkejar-kejaran. Lepas suara tawa mereka, membuat saya tak perlu bolak-balik keluar rumah untuk menengok keberadaan mereka. Jika terdengar suara tawa, berarti mereka masih di areal halaman rumah. Mendadak suara tawa mereka berhenti. Lalu Satria masuk rumah dan duduk di dekat saya. Sementara Nayla berlalu begitu saja, masuk ke ruang tengah. Hmm… kok begini akhir permainan mereka. Mungkinkah mereka bertengkar?

  • NaylaKu

    Mengajarkan Perbedaan Sejak Dini

    Suatu malam, kami bersilaturahmi ke rumah saudara. Pas sampai di sana, sudah ada juga beberapa tamu yang sudah duluan sampai. Usai bersalaman dengan tuan rumah dan beberapa tamu, saya dan anak-anak masuk ke ruang tengah, sementara suami di teras bersama tuan rumah dan tamu lelaki. Jadi, para lelaki ngobrol di teras. Sementara para perempuan dan anak-anak di ruang tengah. Nyonya rumah, kadang ke teras, kadang juga di ruang tengah menemani kami mengobrol. Sepulang dari rumah saudara itu, karena belum ngantuk, kami pun bersantai di rumah. Suami dan Satria berkolaborasi main game di tablet. Sementara Nayla bermanja-manja di pelukan saya sambil bertanya ini itu. Lalu obrolan kamipun menjadi sedikit lebih serius.

  • NaylaKu,  SatriaKu

    Dialog Malam (2)

    Malam-malam itu asyiknya bergumul dengan anak-anak di kasur, sambil dengerin mereka cerita atau saya yang membacakan buku untuk mereka. Semalam, kami bertiga juga asyik uyel-uyelan. Saya ditengah, babang di sebelah kanan, dd di sebelah kiri. Tangan kanan memeluk babang, tangan kiri memeluk dd. Lalu saya pun ngudang babang (Ngudang itu bahasa jawa, maknanya menurut saya, memuji/menggoda/bersenandung yang berisi pujian pada anak. Belum nemu apa istilah dalam bahasa Indonesia) “Anak ganteng…. anak ganteng…. anaknya mama….”

  • NaylaKu,  SatriaKu

    Liburan Seru di Dapur

    Sabtu Minggu, saatnya mendampingi anak-anak bermain dan belajar. Kali ini fokus kegiatannya ada di dapur. Hari jumat, dd bilang kalau besok pengen dimasakin telur puyuh bumbu kecap. Saya menyanggupi dengan syarat dd harus membantu mama di dapur. Sabtu pagi, saya ajak dd ke pasar. Saya antar ke penjual telur puyuh. Saya berdiri disamping dd, uang sudah saya serahkan ke dd. Saya minta dd yang membeli sendiri telur puyuhnya. Tadinya masih “ngulat ngulet” bilang mama aja yang beli. Tapi saya tetap menggeleng. Saya bilang kalau ini kan dd sedang belajar, belajar berani membeli sendiri. Untungnya, pas nggak ada pembeli lain. Jadi tak apa kami berlama-lama disitu sampai keberanian dd muncul. Mbak…

  • NaylaKu,  SatriaKu

    [Jepret] Berdua

    Hujan deras menjelang jam istirahat siang, membuat saya tak bisa pulang. Padahal jam 10 an tadi suami telpon, mau keluar kota karena ada urusan. Jadilah anak-anak berdua saja di rumah. Kepikiran dong pastinya sama mereka, apalagi pas hujan deras gini. Ditelpon juga mereka nggak mau mengangkat telponnya. Memang sih, sudah sekitar 3 bulan ini, kami “terpaksa” sering meninggalkan anak-anak berdua saja dirumah. Tapi kan kalau istirahat siang saya bisa pulang nengok mereka, dan memastikan mereka baik-baik saja. Nggak pernah di tinggal full seharian.

  • NaylaKu,  SatriaKu

    Mancing

    Kegiatan murah meriah buat mengisi liburan. Berhubung suami saya hobby banget mancing, jadilah dia menularkan kegemarannya itu pada anak-anak. Anak-anak pun selalu semangat kalau diajak mancing. Saya kebagian menyiapkan bekal dan nungguin mereka menunggu kailnya disambar ikan. Seringnya, kami nggak dapat ikan kalau mancing. Tapi tetap seneng lihat ikan berseliweran di dekat mata kail. Sambil teriak-teriak menyuruh si ikan memakan umpan kami. Kalau sudah capek mancing, terus menggelar tikar. Mengeluarkan bekal dan nyam… nyam… mulai menyantap makanan yang dibawa dari rumah. Sebelum pulang, tak lupa beli ikan dulu buat dimasak dirumah.

  • NaylaKu

    Merindu Bayi

    Anak-anak sudah besar, walau masih 5 dan 4 tahun, dan saya sudah merindukan lagi masa-masa memiliki bayi. Suka gemes kalau lihat tayangan iklan yang ada bayinya. Suka tiba-tiba pengen nggendong klo pas ke pasar ketemu ibu-ibu lagi menggendong bayinya. Lalu saya diskusikanlah keinginan punya bayi lagi pada suami. Suami pun siap, dengan pertimbangan anak-anak sudah mandiri, ketergantungan pada kami tidak begitu besar lagi. Saya siap. Suami siap. Bagaimana dengan anak-anak?