Puas jalan-jalan ke Pantai Kuta Mandalika, saya pun beranjak menuju tempat menginap, mau naruh barang bawaan, sebelum lanjut ke tujuan berikutnya. Kali ini saya menginap di hotel yang letaknya tak jauh dari Mandalika, yaitu Swiss Belcourt Lombok. Lokasinya ada di Jl. Raya Bypass BIL Km.2, Penujak, Praya, Lombok , Indonesia.
Dari luar, bangunan hotelnya nampak kecil, bagian depan untuk area parkir juga tak terlalu luas. Namun begitu membuka pintu, nampaklah area lobby yang luas. Beberapa set sofa ada di beberapa titik di area lobby ini. Begitu masuk, saya sudah membayangkan bakal enak banget duduk nyender di sofa tersebut.

Beres urusan chek in, saya pun segera menuju ke kamar. Pengen segera ketemu air dan istirahat, karena badan rasanya gerah sekali setelah berpanas-panas di pantai. Tapi tentu saja tak bisa, karena di lobby sudah ada yang menanti dan akan mengajak saya ke tujuan wisata lombok berikutnya.
Tapi cukuplah sekitar 5 menit ngadem di dalam kamar, berganti pakaian yang tak terlalu formal, lalu keluar lagi menuju lobby.
Kamar Swiss Belcourt Lombok
Malamnya barulah saya benar-benar bisa menikmati suasana dan kenyamanan kamar Swiss Belcourt Lombok. Kamar saya ada di lantai 2. Tersedia lift bagi para tamu, namun karena cuma 1 lantai naiknya, saya memilih lewat tangga saja.
Kasur double dengan empat buah bantal tertata rapi, siap mengantarkan saya ke alam mimpi. Jumlah bantal berlimpah gini yang saya suka, jadi walau tak ada guling, tetap ada yang bisa di peluk-peluk.

Buku menu Swiss bistro, panduan bagi tamu serta beberapa brosur fasilitas hotel terdapat di meja kecil di samping tempat tidur. Ada pula sebuah pesawat telpon yang dapat digunakan oleh para tamu untuk melakukan panggilan telpon.
Meja kerjanya saya suka. Kokoh dan luas. Walau kursinya terbuat dari papan kayu, namun dilapisi pula dengan busa, jadi tak terasa keras saat di duduki. Penerangan yang cukup, membuat saya betah berlama-lama duduk menghadap laptop dan membuka banyak aplikasi. Apalagi ada banyak tempat tambahan pula di samping meja kerja, tempat saya bisa meletakkan secangkir kopi ataupun camilan.

Nasi Goreng Porsi Besar
Pihak panitia kegiatan di Lombok sudah memberikan informasi, bahwa untuk makan malam, nanti langsung pesan di resto lantai 1 saja, bersebelahan dengan meja resepsionis.
Malam, saat lambung sudah mulai teriak, saya pun turun ke Swiss bistro. Pada petugas yang ada di situ, saya sampaikan nomor kamar dan info bahwa saya bisa pesan makan di situ, tanpa saya harus mengeluarkan biaya lagi. Namun petugasnya menyampaikan bahwa tak ada catatan bahwa tamu di nomor kamar yang saya sebutkan sudah termasuk makan malam.
Petugas meminta saya menunggu, sementara dia mengkonfirmasi ke resepsionis.
Sekembali dari resepsionis, petugas kembali memberikan informasi bahwa pesanan kamar saya tak termasuk makan malam.
Tak enak kalau mesti menganggu menghubungi panitia, saya sudah berniat mau bayar sendiri saja. Lalu teringat obrolan kami di wa tadi. Saya pun lalu menunjukkan percakapan wa dari panitia yang memberikan informasi bahwa saya malam itu bisa makan di hotel saja.
Petugas lalu kembali ke meja resepsionis dengan membawa handphone saya, sementara saya mengikuti di belakangnya. Menunjukkan layar handphone yang berisi percakapan wa, lalu petugas resepsionis melakukan panggilan telepon dengan petugas shift siang.
Setelah itu baru deh jelas masalahnya. Petugas shift siang lupa mencatat permintaan dari panitia, agar biaya makan malam saya dimasukkan ke dalam tagihan yang akan di bayar oleh panitia. Setelah jelas, baru deh saya masuk ke area resto. Memilih duduk di pojok, lalu petugas mengantarkan buku menu.

Setelah melihat-lihat buku menu, saya memesan nasi goreng dan jus aplukat. Sambil menunggu pesanan, saya mengamati sekeliling. Ada beberapa tamu warga negara asing yang memesan makan malam di sini juga. Ah emang ya, kalau di Lombok dan Bali tuh kita akan banyak ketemu turis asing kala menginap di hotel.
Seporsi nasi goreng ukuran besar di antar oleh petugas sekitar 10 menit setelah saya menunggu. Sepiring besar, dilengkapi dengan emping, telur dadar dan acar di pinggirnya. Ini sih, saya memaksakan diri duduk di sini sampai 2 jam ke depan, juga nggak bakal bisa menghabiskan.


Saya makan pelan-pelan, dan hanya mampu menghabiskan setengah porsi saja. Jadi saat keluar dari resto, saya sampaikan pada salah satu petugas di pintu masuk resto, permohonan maaf karena makanannya tidak saya habiskan. Bukan karena tak enak, tapi karena porsinya sangat banyak.
Sarapan Tenang di Swiss Bistro
Pagi, sebelum menuju tempat bertugas, marilah kita isi lambung dengan menu bergizi di Swiss-Bistro hotel Swiss Belcourt Lombok. Usai menyebutkan nomor kamar pada petugas, saya pun memilih tempat duduk. Meletakkan ransel disalah satu kursinya, untuk menandai bahwa itu adalah tempat duduk saya. Lalu mulai melangkah menuju meja panjang tempat deretan aneka menu tersaji.

Tak terlalu banyak tamu yang ada di resto pagi itu, jadi saya bisa melihat-lihat pilihan menu dengan tenang. Menu western maupun asli Indonesia tersaji di sini. Memberikan keleluasaan pada para tamu untuk memilih menu sesuai selera lidah mereka.


Saya tertarik pada salah satu stand yang ada di situ, yaitu mie instan. Aih, pas banget nih udah lama nggak makan mie instan. Baiklah saya pun meminta petugas yang standby di situ untuk membuatkan indomie goreng. Patugasnya menawarkan apakah telurnya di campur, atau di pisah. Saya pilih nggak pakai telur saja, telurnya ngambil pakai telur mata sapi yang sudah tersedia tak jauh dari situ.


Biar kuat menghadapi panasnya cuaca lombok, mari kita tingkatkan imun tubuh dengan konsumsi jamu. Tak perlu jauh-jauh cari jamunya, karena sudah tersedia di swiss bistro ini. Kebetulan yang ada adalah jamu-jamu yang saya doyan, yaitu kunyit asam dan beras kencur. Tapi sesungguhnya, saya malah naksir botol kaca wadah jamu tersebut.


Penutup
Jika Anda suatu saat ada keperluan ke Lombok, boleh lho coba menginap di sini. Salah satu nilai plusnya adalah lokasinya dekat banget dengan Bandara. Fasilitasnya juga lengkap, ada spa dan kolam renang juga di sini. Di salah satu ruangan bagian depan hotel, terdapat gerai yang menjual oleh-oleh khas lombok dan juga beberapa keperluan sehari-hari yang dibutuhkan oleh para tamu.

Swiss Belcourt ini ada di mana2 dengan kualitas yang terjaga. Bahkan, dia ada di banyak rest area. walau aku belum pernah menginap di sini, tapi enggak akan ragu memilihnya kalau suatu saat harus ke situ.
Aduuh aku suka ama highlight meja kerja yang kokoh! Aku banget ituuuuh.. masuk hotel yang dicari : MEJA KERJA!
Terus aku naro aneka peralatan tulis dan lukis hahahhaa.. duh si pencitraan parah aku ni
Terus yang menarik : porsi nasi goreng yang jumbo itu, ngiler juga bayanginya.. jujur deh mbak Nanik, enak kaaan?
Elegan sih kalau kata saya. Ini hotel yang beneran tahu cara menunjukkan kelas bagi pengunjung. Sukses selalu ya kak
Kadang kalau lagi nginap di hotel, aku paling suka sama meja kerja yang lega begini.. Jadi berasa nyaman kerjanya. Apalagi kadang perintilan kerjaku banyak. Masih ada kopi pula.
Selain itu, soal sarapan juga sih. Kalau aku lebih suka omellete ketimbang telur mata sapinya.
Duh, fatal banget sih kalau petugasnya lupa mencatat pesanan kalau makan malam itu ternyata ditanggung panitia. Untung sudah dikonfirmasi kembali ya. Oiya kalau nasi goreng tidak habis, apa boleh dibawa ke kamar untuk dimakan selanjutnya nanti? Btw, untuk hal lainnya emang mantep sih menginap di hotel ini. Suasananya homey banget..
Saya nyimpenin semua informasi tentang penginapan di Lombok. Karena, insha Allah, tahun ini pengen ke sana. Pengen motret dan menyusur informasi serta produksi wastra asli Lombok. Semoga bisa diaturkan waktu tepatnya.
Untuk hotel bintang 3, tampaknya cukup nyaman menginap di Swiss Belcourt ini ya Mbak. Saya juga seneng lihat bantal banyak itu karena terbiasa tidur pakai guling. Jadi solusinya bisa digantikan dengan salah satu bantal yang panjang hahahaha.
Wah untung petugas hotelnya kasih info ya. Kalau ga, yg harusnya free dari panitia eh kudu bayar. Tapi itu.. Nasi gorengnya banyak bangeet.. Kalau saya daripada mubazir, saya ijin dibungkua buat dicamilin di kamar. (Camilan nasi goreng.. Hahahaha)
kenapa ya kalo makan malam, rata-rata yang disediakan nasi goreng
saya gak pernah makan malam, tapi kakak saya
dan saya lihat setiap “jalan” dan dia pesan makan malam selau datang nasi goreng dengan telur ceplok
Ketika sarapan barulah menunya beragam banget
Porsi nasgornya nampol banget itu. Daku ketika memilih hidangan nasgor sebisa mungkin pilihan minumnya adalah air putih, biar gak kekenyangan.
Untuk yang lainnya ciamik, bikin betah buat staycation
Dari luar kelihatannya sederhana ya mbak, tapi ternyata begitu masuk lobby langsung terasa luas dan nyamannya. Kebayang enaknya duduk santai di sofa setelah seharian panas-panasan di Pantai Kuta Mandalika.
Porsi makanan jumbo sometime emang sering jadi tantangan di hotel. Sudah lapar, tapi begitu datang sepiring besar malah sadar kalau perut tidak sanggup menghabiskan semuanya.
Wah suka banget kamarnya luas dan lengkap fasilitasnya. Kalau traveling dalam rangka kerja, meja kerja tyang ada di kamar memang sangat membantu ya mbak 😀
Hihihi makan di hotel malah mesennya mie instan ya mbak saking udah lama gak pernah makan, jadi rasanya lebih nikmat atau gimana niih? 😀
Enak yaaa hotelnya dekat bandara jadi saat cek out bisa nggak terlalu terburu2 ya mbak