Pengembangan Potensi Ekonomi Digital di Daerah 3T Melalui Program Dayamaya Bakti




Bakti untuk Negeri, adalah salah satu acara televisi yang sering saya tonton akhir-akhir ini. Melalui acara ini, saya jadi tahu bahwa kementerian komunikasi dan Informasi telah berupaya untuk menghadirkan jaringan internet ke berbagai pelosok wilayah tanah air. Setelah ada internet, tentu saja geliat ekonomi pun akan meningkat. Masyarakat di pelosok juga dikenalkan dengan digital marketing. Iya, mereka diajarkan untuk memasarkan produk mereka, hasil kerajinan maupun pertanian, lewat media sosial.

Penyediaan jaringan internet hingga ke pelosok negeri, pemberian pelatihan pada para pelaku UMKM di daerah terpencil, merupakan komitmen kominfo dalam pengembangan potensi ekonomi digital di daerah 3T melalui program dayamaya bakti.

Daerah 3T ternyata juga banyak yang memiliki keindahan alam yang layak untuk jadi tempat refreshing lho, alias cocok untuk dijadikan tujuan wisata. Potensi pariwisata ini juga tentunya akan lebih berkembang jika akses ke sana mudah dan keberadaan tempat wisata itu diperkenalkan pada masyarakat luas.

Lagi-lagi teknologi bisa berperan di sini. Sudah banyak kita tahu kan, tempat wisata yang semula sepi, mendadak viral dan padat oleh pengunjung gara-gara postingan di media sosial. Masyarakat sekitar, tentunya juga harus siap kalau tempatnya mendadak banyak dikunjungi wisatawan.

Program Dayamaya Bakti Kominfo

Program Dayamaya adalah kegiatan yang dijalankan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika. Program ini mengajak para pelaku Startup eCommerce, Komunitas, Kelompok masyarakat dan UMKM digital bersinergi mengembangkan potensi serta membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T.

Kita tentu sudah tahu kan, sekarang ini adalah jamannya kolaborasi dan sinergi. Bukan lagi jamannya berkompetisi. Melalui sinergi berbagai pihak ini, diharapkan daerah 3T akan segera mengalami perubahan menuju arah yang lebih baik.

Eh, kamu sudah tahu kan, apa itu daerah 3T? Yup, 3T artinya Tertinggal, terdepan dan terluar. Daerah 3T ini biasanya berada di wilayah perbatasan Indonesia. Akses ke sana rata-rata masih terbatas. Karena itulah makanya jadi tertinggal. Nah program dayamaya bakti ini bertujuan untuk membuat daerah 3T secara berangsur-angsur mengejar ketertinggalannya dari daerah lain.

Pada tahun 2019, telah ada 18 startup, komunitas dan juga UMKM yang terpilih untuk turut berkontribusi mengembangkan potensi ekonomi digital di daerah 3T. Yuk kita kenalan dengan 3 startup itu, yaitu Atourin, Cakap dan Jahitin.

Atourin

Atourin adalah perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang menyediakan jasa dan layanan baik secara online maupun offline untuk industri pariwisata Indonesia.

Reza Permadi selaku Tim Operasional Atourin menjelaskan bahwa pada tahun 2019 pihaknya telah menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna melalui program Dayamaya.

Dari hasil pelatihan dan sertifikasi tersebut, terdapat 10 pemandu wisata di Natuna sudah memiliki lisensi. Mereka kini jadi lebih berani melakukan self branding, dan mulai memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi. Di tahun-tahun mendatang diharapkan akan ada lebih banyak lagi pemandu wisata yang berlisensi.

atourin
beberapa kegiatan Atourin

Tapi kan di masa pandemi gini, sektor pariwisata juga lumpuh. Percuma dong pemandu wisata sudah berlisensi, tapi tetap aja nggak bisa berkarya, karena kan nggak ada wisatawan yang datang.

Hmmm… iya sih, sektor pariwisata memang lumpuh. Nggak ada yang berani piknik. Tapi kondisi ini justru memunculkan kreativitas baru. Pernah dengar virtual tour? Sedang hits lho sekarang. Nggak perlu kemana-mana, cukup didepan layar laptopnya, bisa melihat sampai ke mana-mana.

Atourin pun menangkap peluang ini. Atourin juga menawarkan pelatihan bagi pemandu wisata agar mereka memiliki kemampuan untuk membuat virtual tour yang menarik bagi wisatawan domestik maupun asing. Memang virtual tour ini merupakan platform baru dalam sektor pariwisata, yang dapatdimanfaatkan untuk jangka waktu panjang, tidak hanya di masa pandemi saja

Cakap

Cakap merupakan platform online pembelajaran bahasa asing untuk mendukung pengembangan daerah wisata dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dari sisi penguasaan bahasa, utamanya bahasa Inggris.

Pada tahun 2019 melalui program Dayamaya, Cakap telah menyelenggarakan digital assessment di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for Languages). Program melibatkan peserta setingkat
pelajar SMA sebanyak 250 orang, kegiatan ini dilakukan secara daring melalui ruang belajar digital dalam sebuah kelas online yang diisi oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher).

cakap
Cakap membantu pelaku UMKM lancar berbahasa Inggris

Tommy Yunus selaku CEO Cakap menyatakan bahwa kemampuan berbahasa Inggris sangat penting dalam usaha mengembangkan daerah wisata, karena menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah wisatawan dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan.

Cakap selaku mitra platform pembelajaran memberikan kesempatan
kepada masyarakat pelaku industri pariwisata untuk belajar bahasa Inggris secara gratis. Peserta akan mendapatkan akses kelas webinar, materi pembelajaran dalam bentuk ebook, akses video pembelajaran, kuis
untuk evaluasi dan mengukur kemampuan bahasa Inggris selama program, pendampingan oleh guru profesional dan lokal fasilitator, serta mendapatkan sertifikat penyelesaian di akhir program.

Banyak banget ya fasilitas yang diperoleh para peserta. Kalau pengen jadi peserta, caranya gampang kok. Daftar aja lewat websitenya Cakap.

Jahitin

Jahitin Academy memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT, khususnya di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Melalui workshop pengolahan limbah kain tenun, Jahitin mengajarkan bagaimana cara mengolah limbah tenun menjadi produk yang bernilai jual, seperti untuk membuat cushion pillow.

jahitin
Jahitin academy

Nggak cuma membantu untuk bisa memproduksi, tapi juga membantu para pengrajin untuk bisa mengakses pasar yang lebih luas.

Di masa pandemi ini, Jahitin melakukan pelatihan kepada para penjahit, bagaimana cara membuat masker sesuai dengan standar kesehatan.

***

Itulah beberapa startup yang telah bersinergi dalam program dayamaya bakti kominfo. Semoga akan makin banyak start up yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Agar semakin banyak daerah 3T yang mengalami kemajuan dalam berbagai bidang.

24 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *