Stimulasi untuk Mendukung Si Kecil jadi Cerdas dan Kreatif

stimulasi anak cerdas kreatif

Stimulasi untuk mendukung Si Kecil jadi cerdas dan kreatif merupakan topik materi kuliah parenting lewat grup whatsapp yang saya ikuti beberapa waktu yang lalu. Materi ini disampaikan oleh Bunda Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si.

Seperti telah kita ketahui bersama, bahwa pada periode awal kehidupan, sel-sel otak si Kecil berkembang sangat pesat. Para ahli setuju, ini adalah moment yang tepat untuk menstimulasi kecerdasan dan kreativitas si Kecil. Faktanya, ada banyak stimulasi yang dapat dilakukan seperti bermain, mendongeng, mengajak si Kecil mengeskplorasi lingkungan sekitar dan sebagainya. Lalu, stimulasi seperti apa yang seharusnya diberikan untuk si Kecil?

Apa Sih Cerdas dan Kreatif itu?

Saya yakin, setiap orang tua pasti ingin memiliki anak yang cerdas dan juga kreatif. Seorang anak disebut cerdas dan kreatif kalau ada beberapa indikator dalam dirinya. Indikator yang bisa dikenali dan ditemukan oleh orang-orang dewasa disekitarnya. Berikut ini, beberapa ciri anak yang cerdas dan juga kreatif.

Ciri-ciri anak yang cerdas adalah

  • Cepat menangkap dan mengerti
  • Mampu mengingat banyak hal
  • Selalu ingin tahu
  • Mampu berkonsentrasi
  • Dapat berbicara dengan lancar

Ciri-ciri anak yang kreatif adalah :

  • Punya banyak ide
  • Menciptakan benda atau ide yang berbeda
  • Berani mencoba hal baru
  • Banyak bertanya hal-hal yang tak dipikirkan orang lain

Tahapan Perkembangan Cerdas dan Kreatif

Setiap usia berbeda tugas perkembangannya. Artinya apa yang perlu dikuasai di tiap tahapan usia berbeda-beda. Usia lebih kecil seharusnya adalah merupakan pondasi untuk usia selanjutnya. Oleh karena itu penting sekali memahami apa yang perlu dikuasai si kecil di usia dini, agar tak sampai terlambat menstimulasi. Selain itu juga agar perkembangan si kecil optimal, tidak terlambat.

Setiap tahapan perkembangan punya kualifikasi cerdasnya masing-masing. Karena tidak mungkin kan kecerdasan anak beda usia disamakan, misalnya si kecil yang 2 tahun tentunya punya kemampuan yang berbeda dibandingkan yang 3 tahun.

Cerdas dan kreatif untuk si kecil yang berusia 1-1.5 tahun antara lain mampu untuk:
✔️ Menunjukkan keinginan berkomunikasi. Contohnya ketika si kecil menginginkan sesuatu, ia menunjuk benda yang diinginkan. Ia juga bisa memperagakan apa yang diinginkannya.

✔️ Menunjukkan rasa ingin tahu akan beragam hal. Misalnya bergerak ke beberapa tempat, memegang benda-benda, mengeluarkan benda-benda dari tempatnya.

Cerdas dan kreatif untuk si kecil yang berusia 1.5-2 tahun antara lain mampu untuk:
✔️ Berkata dengan maksud yang jelas, misalnya ketika mengatakan ‘papa’, ia betul-betul bermaksud memanggil ayahnya, bukan semua benda ia sebut ‘papa’. Jika di usia ini sama sekali belum ada kata-kata yang muncul, si kecil perlu diperiksakan ke klinik tumbuh kembang.

✔️ Mencari benda yang disembunyikan. Misalnya di depannya terdapat sebuah bola yang awalnya tidak ditutupi kain, lalu ditutupi kain di depan matanya. Si kecil akan berusaha mengambil kain supaya bola kembali terlihat. Artinya ia paham bahwa di balik kain tersebut ada bola, dan bahwa bola tidak selamanya hilang walaupun tak terlihat.

Cerdas dan kreatif untuk si kecil yang berusia 2 tahun antara lain mampu untuk:
✔️ Mengucapkan satu kalimat sederhana yang terdiri dari 2-3 kata. Misalnya mengucapkan, “Mam kue,” ketika ingin menyampaikan bahwa ia lapar dan ingin makan kue.

✔️ Bertanya tentang banyak hal, kadang yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh orangtua. Misalnya banyak bertanya, “Apa ini?” untuk semua benda yang di rumah, termasuk benda-benda yang tidak terlalu diperhatikan oleh orangtua.

Cerdas dan kreatif untuk si kecil yang berusia 3 tahun antara lain mampu untuk:
✔️ Menjalin percapakan dengan orang-orang di sekitarnya dengan lancar, cukup interaktif, artinya bisa saling bertanya jawab.

✔️ Berimajinasi dengan menggunakan benda-benda di sekitarnya. Misalnya sendok dibayangkan sebagai pesawat, permen, atau mikrofon.

Cerdas dan kreatif untuk si kecil yang berusia 4 tahun antara lain mampu untuk:
✔️ Paham bahwa jika ia melakukan sesuatu maka akan ada akibatnya. Contohnya ketika ia menumpahkan isi gelasnya, maka ia tahu bahwa setelahnya ia akan diminta mengepel lantai. Sudah tentu pemahaman yang ia miliki adalah sesuai dengan apa yang dibiasakan dalam kesehariannya.

✔️ Dapat menyebut nama lengkap, usia, dan jenis kelaminnya. Jadi ia bisa memperkenalkan diri kepada teman atau gurunya

Cerdas dan kreatif untuk si kecil yang berusia 5 tahun antara lain mampu untuk:
✔️ Bercerita tentang pengalamannya hari itu. Ia bisa menceritakan bagaimana ia membantu orangtua ataupun ketika bermain dengan mainannya.

✔️ Mengenali konsep warna dan bentuk dasar (lingkaran, segitiga, segiempat) dengan baik. Ia dapat menyebutkan dengan benar.

Cerdas dan kreatif untuk si kecil yang berusia 6 tahun antara lain mampu untuk:
✔️ Memahami konsep perbandingan sederhana, misalnya jika malam gelap maka siang terang.

✔️ Sudah mengenal abjad, terutama abjad yang digunakan untuk menulis namanya. Ia juga dapat diajak menuliskan namanya.

Stimulasi untuk Mengoptimalkan Potensi Prestasi Cerdas dan Kreatif

Ada banyak faktor yang membuat si kecil jadi bertumbuh cerdas. Yang pertama, sudah tentu tubuhnya sehat. Dengan demikian, penting sekali untuk memberikan asupan nutrisi yang baik, juga cukup istirahat dan cukup bergerak sesuai usianya.

Berikutnya tentu saja faktor stimulasi. Stimulasi yang dilakukan bisa disesuaikan dengan saran untuk masing-masing usianya. Stimulasi lain untuk cerdas dan kreatif intinya adalah memberikan kesempatan si kecil untuk mengeksplorasi lingkungannya secara aman, juga memberikan banyak ide kepada si kecil.

Mengenai banyak ide, bisa dengan beragam cara. Memperdengarkan musik bisa memberikan ide-ide tentang nada, ketukan, lirik lagu, dan keindahan paduan nada / suara. Membacakan buku bisa memberikan ide tentang bentuk buku, halaman buku, tulisan, huruf, cerita, kosa kata, gambar, warna. Bergerak bersama si kecil juga bisa memberikan ide tentang kegiatan yang bisa dilakukan saat sedang bosan, memunculkan ide pengamatan terhadap makhluk hidup lain. Melakukan kegiatan keagamaan, melakukan kegiatan sehari-hari seperti membantu bunda, juga memberikan beragam ide.

Stimulasi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan potensi prestasi cerdas dan kreatif si 1-1.5 tahun:

❤️ Sering mengajak si kecil bicara, bukan dengan bahasa bayi namun dengan cara bicara yang benar. Pilih kata-kata yang sederhana, namun buat kalimat yang lengkap. Contohnya, bukan mengatakan, “Mik cu yuk,” namun mengatakan, “Minum susu yuk.”

❤️ Jika si kecil sedang berminat memperhatikan sesuatu, berikan penjelasan selengkap mungkin tentang benda itu. Misalnya ketika si kecil mengamati gelasnya, bunda bisa menyampaikan, “Lihat gelasnya ini warna merah. Bunda isi susu. Lihat, tadi gelasnya kosong, sekarang gelasnya penuh.”

Stimulasi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan potensi prestasi cerdas dan kreatif si 1.5-2 tahun:

❤️ Bukan hanya banyak bercerita, namun juga banyak bertanya kepada si kecil, agar ia belajar bicara.

❤️ Ajak membaca buku cerita anak-anak. Carikan buku yang bisa dibanting dan digigit, bergambar besar, sedikit tulisan saja. Biasanya bahan buku adalah karton tebal, busa, atau kain, jadi tidak mudah rusak.

❤️ Bermain cilukba atau menyembunyikan benda dan mengajak si kecil mencarinya. Bisa juga mengajak si kecil mencari benda-benda tertentu yang mudah ditemukan di rumah. Misalnya mencari sandal yang biasa diletakkan di depan pintu.

Stimulasi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan potensi prestasi cerdas dan kreatif si 2 tahun:

❤️ Mendorong si kecil untuk bicara. Misalnya kalau ia belum menyebutkan apa yang ia minta (mainan, makanan, atau hal-hal lain), maka ia belum diberi yang ia minta itu.

❤️ Awalnya ajari si kecil untuk bertanya, menggunakan beragam kata tanya seperti ‘apa’, ‘mengapa’, ‘bagaimana’. Setelah si kecil banyak bertanya, usahakan menjawab pertanyaannya agar ia merasa didengarkan.

Stimulasi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan potensi prestasi cerdas dan kreatif si 3 tahun:

❤️ Banyak mengajak si kecil mengobrol dengan kalimat yang lengkap. Banyak membacakan buku cerita kepada si kecil.

❤️ Ajak si kecil membuat cerita saat bermain dengan benda-benda di sekitarnya.

stimulasi anak cerdas dan kreatif
Membaca buku bersama

Stimulasi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan potensi prestasi cerdas dan kreatif si 4 tahun:

❤️ Buat kesepakatan dengan anak tentang berbagai hal yang akan terjadi jika ia melakukan sesuatu. Misalnya jika ia membuat lantai kotor, maka ia harus menyapu. Atau setelah bermain, ia harus membereskan mainan.

❤️ Ajak si kecil mengingat-ingat nama lengkapnya, juga usia dan jenis kelaminnya. Perkenalkan dulu, lalu ajak ia mengulangi mengatakannya. Lakukan roleplay, yaitu mencoba melakukannya di rumah di depan anggota keluarga lain atau di depan.

Stimulasi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan potensi prestasi cerdas dan kreatif si 5 tahun:

❤️ Buat waktu yang rutin untuk bercerita. Tanya kepada si kecil tentang apa yang ia alami dan lakukan, apa yang ia rasakan dan pikirkan, siapa saja yang ia temui. Bunda juga bisa menceritakan pengalaman bunda hari itu, sehingga si kecil punya contoh tentang caranya bercerita.

❤️ Ajak bermain dengan bentuk, misalnya dengan balok kayu atau lilin malam. Ajak si kecil menemukan berbagai bentuk dan warna dari benda-benda di rumah atau yang ditemukan di buku.

Stimulasi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan potensi prestasi cerdas dan kreatif si 6 tahun:

❤️ Biasakan membicarakan ukuran, bentuk, urutan. Misalnya besar dan kecil, berbagai nama bentuk seperti segitiga atau lingkaran, paling kurus dan paling gendut.

❤️ Ajak si kecil menemukan abjad di buku cerita, atau menemukan dari buku-buku yang ada di rumah. Si kecil juga bisa diajak membentuk huruf dari lilin malam atau benda-benda lain di rumah.

Itulah ringkasan materi kuliah parenting dengan topik Stimulasi untuk mendukung Si Kecil jadi cerdas dan kreatif. Semoga bermanfaat

32 Comments

  1. Intinya berkomunikasi dengan si kecil sangat penting ya kak. Saya setuju sekali kak, bahwa langkah-langkah untuk menstimulus si kecil agar cerdas dan kreatif sudah dijabarkan dalam artikel di atas. Lengkap artikelnya dan saya sudah baca. Thanks sekali, ijin saya simpan ya kak jika sewaktu-waktu sy butuh baca info ini kembali.

  2. Lengkapppp. Puteri saya yg 4 tahun alhamdulillah on track tumbuh kembangnya. Nah yg kembar nih agak terlambat dan stuck. Sekarang lagi diusahakan supaya bisa mengejar ketertinggalan. Doakeun ya mba. Terima kasih artikelnya yg sangat bermanfaat.

  3. Pada dasarnya saya senang ngobrol apa aja sama anak. Ternyata itu pun bisa jadi bagian dari stimulasi ya. Saya juga suka ngasih tahu alasan kenapa sesuatu itu dilarang, misal nggak boleh main yang tajam karena nanti bisa luka. Jadi anak nurut karena tahu alasannya bukan cuma sekedar dilarang.

  4. Berkomunikasi dengan si kecil ini harus diupayakan sedemikian rupa ya mbak supaya skill kemampuan komunikasi si kecil ikut bertambah..sehat selalu ya buat si kecil

  5. Anak kedua saya usia 6 tahun dan sekarang saya mulai menambah stimulasinya dengan angka dan huruf. Mungkun agak telat dibanding teman-temannya. Tapi emang disengaja. Kemarin fokus motorik kasar dan bahasa.

  6. ada step-step atau progresnya ya mbak ternyata. wah, kudu jeli nih untuk melihat anak sudah mencapai progres ini atau belum. tapi setiap anak kan khas ya. ada yang cepet perkembangannya, ada yang lambat.

  7. dengan berkomunikasi dengan anak umur 5 tahun dan seterusnya pasti jika udah remaja dan dewasa menjadi sosok yang bertanggung jawab dan berani dalam kehdipunnya nanti

  8. Ternyata memang nggak bisa dibiarkan begitu saja dengan mainannya. Namun peran orang tua juga penting untuk menemani mereka saat main ini.

    Saya sendiri fase ini terlewat sepertinya mbak, karena di jaman itu Ibu saya masih bekerja di Apotek.

  9. Baca artikel mba jadi inget ponakanku yang lagi genes gemesnya deh, soalnya sekarang usianya beranjak 2 tahun 4 bulan. Sekarang lagi aktif nya mengeksplore diri, kadang video call ponakanku pasti aku ajak berhitung 1 – 10 versi bahasa indonesia dan bahasa inggris. Alhamdulillah selalu ingat meski cara pengucapannya belum terlalu fasih.

  10. Anak-anak diusia segini emang bikin gemez dan bahagia ya kak memperhatikan semua perkembangannya, tentu peran kita sebagai orang tua juga berpengaruh ya kak. trims for sharringnya …

  11. Tahapan perkembangan cerdas dan kreatif anak beda-beda ya dari usia 1 tahun sampai 6 tahun informasi ini bagus banget buat para Bunda dalam mendampingi si buah hatinya tapi yang usia diatas 6 tahun gak ada ya Mas??

  12. Lengkapnya mbak Nanik, stimulasi dan perkembang anak balitanya. Semoga semakin banyak para orang tua yang aware dg perkembangan dan stimulasi anak ya mbak

  13. Orangtua zaman sekarang memang kudu terlibat aktif dalam mengamati tumbuh kembang anak ya. Kalau zaman dulu kan sekadar oh bisa makan, bisa jalan, bisa ngobrol yaudah. Tulisan yang bagus mbak. Nanti kalau saya sudah nemu jodoh, bakal diterapkan, hehe.

  14. berasa banget punya anak yang masuk dalam generasi alpha, gak cuma cerdas tapi kreatif banget bahkan belajarnya cuma nonton youtube aja udah bisa, kemarin dia ngulik bikin animasi di aplikasi, cuman nonton youtube eh udah bisa dia

  15. Bermanfaat banget nih untuk para emak yang sedang mendampingi anak dalam masa pertumbuhan. PR saya nih untuk mengasah kecerdasan dan kemampuan anak pra sekolah 5/6 tahun mana lagi sering bentrok karena anak mulai pilunya kemauan sendiri 😁

  16. Pas saya baca artikel ini, di bagian anak suka bertanya suatu hal yang nggak pernah terpikirkan. Iya banget mba. Ponakan saya pas mandi malah nanya, kenapa kalau kakak mandi masuk ke bak airnya jadi banyak, pas kakak keluar malah airnya sedikit. Pas udah dijawab, ada lagi yang ditanyain. Kadang saya sampe cape mau jawab apa 😂

  17. Potensi cerdas kreatif memang harus dimaksimalkan ya, apalagi tantangan zaman sekarang juga menuntut adanya kreativitas. Kalau mau berpatokan pada pendidikan konvensional …. waah masih melihat kecerdasan yang dilihat sebelah mata saja.

  18. Baru tahu untuk usia 6 tahun harus dibiasakan membicarakan ukuran. Dengan begitu anak akan makin terstimulasi dengan benda-benda di sekitarnya dan mampu mengenal lebih dalam lagi, ya. Terima kasih sharingnya.

  19. Iya, kecerdasan dan kreativitas anak ternyata bergantung juga pada simulasi kita sebagai ortu pada anak ya, jadi ortu memang harus rajin dan nggak boleh mager bimbing anak biar cerdas

  20. hahahah ini anak saya yang Dio nih, hobinya nanyaaaaa terus!

    Bertanya tentang banyak hal, kadang yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh orangtua. Misalnya banyak bertanya, “Apa ini?” untuk semua benda yang di rumah, termasuk benda-benda yang tidak terlalu diperhatikan oleh orangtua.

    kadang jengkel apalagi pas sibuk ngapain gitu,
    tapi sekrang baru terasa kagum dengan stimulasi otaknya!

  21. Anak yang selalu ingin tahu tanda anak cerdas dan aktif tapi kadang orangtua malah nyuruhnya berhenti ya kalau kebanyakan tanya. Tahan kecerdasan anak harus didapampingi & distumulasi terus supaya kecerdasannya bisa berkembang

  22. Lengkap infonya…Memang penting sekali bagi anak mendapatkan asupan nutrisi yang baik, juga cukup istirahat dan cukup bergerak sesuai usianya. Juga didukung stimulasi yang bisa disesuaikan dengan usianya dengan memberikan kesempatan si kecil untuk mengeksplorasi lingkungannya secara aman, juga memberikan banyak ide kepada si kecil. Sehingga potensi kecerdasannya bisa dioptimalkan.

  23. Senangnya…
    Anak-anak memang harus banget diberi stimulasi. Ini yang sering diajarkan kedua orangtua dan mama papa mertuaku kalau pas lagi pulkam.

    Diajak ngobrol, cerita-cerita dan anaknya otomatis juga ikutan cerita.

  24. bungsuku lagi mulai suka nanya apa apa apa hahaha.. iyaa fase 2 tahunan menyenangkan sih. mamanya harus sigap ada di sampingnya buat jawab segala pertanyaan maupun temenin kegiatannya yaa

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya