Foto Keluarga di Hari Lebaran

Foto Keluarga di Hari Lebaran, Memori Manis Indahnya Kebersamaan

Setiap tahun, ketika bulan suci Ramadan telah berakhir, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan sukacita dan kegembiraan. Lebaran adalah momen yang ditunggu-tunggu, yang menandai akhir dari bulan puasa yang penuh kesyahduan dan refleksi. Setiap hari Raya Idul Fitri pula saya selalu merasa bahagia saat membuka akun media sosial, karena akan banyak menemukan foto keluarga di Hari Lebaran yang dibagikan oleh teman-teman.

Memaknai Foto Keluarga di Hari Lebaran

Lebaran tanpa foto keluarga, terasa ada yang kurang?

Bagi sebagian orang iya. Tapi bagi saya sendiri biasa aja sih. Malah jarang kami bisa punya foto keluarga di hari lebaran. Anak-anak susah diajak berfoto. Kalaupun mau, paling sekali dua kali jepret, itupun dengan muka manyun karena merasa terpaksa. Dari pada uring-uringan di hari yang Fitri gegara urusan foto keluarga, ya sudahlah, nggak perlu dipaksakan berfoto bersama.

Bagi sebagian orang, pembuatan foto keluarga di Hari Lebaran bukan hanya tentang menciptakan gambar yang indah untuk dikenang, tetapi juga tentang mengabadikan momen kebersamaan dan kasih sayang di antara kerabat tercinta. Ini adalah saat di mana keluarga berkumpul dalam kebahagiaan, mengenakan pakaian terbaik, dan tersenyum dengan penuh sukacita di hadapan kamera.

Foto keluarga hari lebaran
Keluarga Nara minus si bungsu yang kabur nggak mau di foto

Apapun pilihanmu, membuat foto keluarga atau tidak, nggak perlu saling mempertentangkan ya. Kita hormati saja keputusan masing-masing, hargai juga perjuangan untuk bisa menghasilkan foto keluarga yang paling bagus dan momen lebaran.

Mengamati perilaku sesi foto keluarga di hari lebaran, saya jadi bisa membuat tulisan ini. Mencoba menggali makna dari ada keberadaan sesi pemotretan tersebut.

1. Mengabadikan Tradisi

Di banyak keluarga Muslim, sesi foto keluarga menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Hari Lebaran. Sebelum atau sesudah shalat Id, keluarga berkumpul di rumah atau tempat-tempat ibadah untuk mengambil foto bersama. Semua anggota keluarga, dari yang muda hingga yang tua, anak-anak dan dewasa, berpose dengan senyum ceria, tradisi yang telah diteruskan dari generasi ke generasi.

Pakaian terbaik (tak mesti baru), sarimbit, busana muslim, sering kali dipilih untuk sesi foto ini. Warna-warna cerah dan motif yang memikat menciptakan suasana riang yang sesuai dengan semangat penuh sukacita yang meliputi Hari Lebaran.

2. Kenangan yang Dihargai

Sesi pembuatan foto keluarga di Hari Lebaran bukan hanya tentang mengambil gambar, tetapi juga tentang menciptakan kenangan yang akan diingat sepanjang hidup. Foto-foto ini tidak hanya menjadi bukti tentang bagaimana keluarga telah berkembang dan berubah dari waktu ke waktu, tetapi juga menjadi sumber kehangatan dan kebahagiaan di masa-masa sulit.

Setiap kali keluarga melihat kembali foto-foto tersebut, mereka diingatkan akan saat-saat bahagia yang mereka bagikan bersama. Mereka tersenyum saat melihat ekspresi wajah mereka yang penuh sukacita, mengingat cerita-cerita lucu dan kenangan indah yang terkait dengan setiap gambar.

Ada anak-anak yang sedang asyik menikmati kue lebaran, lalu dipanggil untuk berfoto, dengan muka cemberut nurut juga. Anak yang acuh, tak mau memandang ke arah kamera. Ada yang berpose bagus, tapi pas di jepret tanpa aba-aba matanya sedang berkedip, jadilah fotonya merem. Ada yang masih asyik berbincang dan tertawa.

3. Melestarikan Ikatan Keluarga

Pemotretan keluarga di Hari Lebaran juga memiliki peran penting dalam melestarikan ikatan keluarga. Dalam kehidupan yang sering penuh dengan kesibukan, momen-momen seperti ini memberi kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama-sama dengan penuh kebahagiaan.

Sesi foto keluarga membantu memperkuat hubungan antar anggota keluarga, membangun kenangan bersama yang akan bertahan sepanjang masa. Ini juga memberikan peluang bagi anggota keluarga yang mungkin terpisah oleh jarak geografis untuk berkumpul dan merayakan momen spesial bersama-sama.

Kalau di keluarga saya, dari jalur ibu, setiap hari ke 3 syawal ada tradisi halal bihalal. Kami menyebutnya pertemuan Trah. Jadi semua saudara dari ibu akan berkumpul. Pakdhe budhe dan anak cucunya, paman bibi dan anak cucunya, berkumpul jadi satu. Menggelar acara halal bihalal. Lokasi berkumpulnya di atur secara bergilir.

Foto keluarga hari lebaran
Foto keluarga besar dari pihak ibu

Selesai acara, tak lupa selalu ada sesi foto keluarga di hari lebaran, walau seringnya tak semua mau ikut. Dan kalau semua ikut, juga nggak semua bisa masuk frame saking banyaknya. Ibu saya 8 bersaudara, masing-masing (walau ada yang sudah meninggal) memiliki anak, cucu dan cicit yang jumlahnya banyak. Maklumlah, orang dahulu kan pasti anaknya lebih dari 2, karena menurutnya banyak anak banyak rejeki.

4. Mengungkapkan Kekuatan Persaudaraan

Lebaran adalah waktu yang tepat untuk merayakan persaudaraan dan solidaritas. Dalam foto keluarga, kita sering melihat tangan yang merangkul, senyuman yang bersinar, dan mata yang penuh cinta. Ini adalah simbol dari kuatnya ikatan keluarga dan kasih sayang yang mengalir di antara mereka.

Foto keluarga hari lebaran
Bersama kakak dan keponakan, si bungsu yang jadi juru fotonya

Melalui potret-potret ini, kita bisa melihat kekuatan persaudaraan yang mengatasi segala rintangan. Bahkan di tengah-tengah kehidupan yang beragam dan sering kali menantang, keluarga tetap menjadi sumber kekuatan dan dukungan yang tak ternilai harganya.

Nah inilah beberapa makna dari foto keluarga di hari lebaran, Silakan kalau menambahkan, bisa dituliskan di kolom komentar. Atau punya pengalaman unik terkait dengan sesi pemotretan foto keluarga, boleh juga lho dibagikan di sini.

Baca yang ini juga

25 thoughts on “Foto Keluarga di Hari Lebaran, Memori Manis Indahnya Kebersamaan

  1. Aku harus sadar pas baca postingan ini kalau lebaran tahun ini di rumah mama mertua, sampe lupa foto lebaran keluarga krn biasanya yg rajin ngabadikan moment keluarga ada di pihak mamaku. Klo di pihak suami biasanya kita sibuk bercengkrama ngobrol santai, sungkeman tanpa foto2. Ahaha. Padahal jadi moment spesial klo diliat lg fotonya

  2. Aku malah lupa foto keluarga inti mbak asyik ketemu keluarga besar, tapi untungnya punya foto anak-anak sama sepupu-sepupunya, Kalau udah ganti baju gitu males lagi foto-fotoan, padahla buat kenang-kenangan ya.

  3. Foto keluarga pas lebaran emang wajib yaa Mbak, agar ada kenang2an. Mumpung ketemu keluarga dan keluarga besar yg kadang hanya bisa dilakukan 1 tahun 1x. Terus bisa dilihat perubahan dari tahun ke tahun.

  4. Aku termasuk orang yang sibuk mengabadikan momen apapu, sayangnya adek2ku nggak suka haha jadi kalo aku minta berpoto pada ribet haha, Keluarga intiku tiap pagi poto hanya karena aku suka melakukannya hehe

  5. Kalau foto sama keluarga besar memang suka ada setiap kali halbil di Hari Raya. Ya kalau gitu ngikut aja, deh. Tetapi, saya jarang banget foto cuma sama suami dan anak-anak. Gak pernah juga mengkhususkan di hari raya.

  6. Aku tuh sampai lupa tahun ini untuk foto bertiga pas momen lebaran, malah kemarin pas halal bi halal keluarga besar baru foto bertiga. Memang lebaran ini menjadi momen untuk berkumpul, dan sebisa mungkin harus mengabadikan biar bisa dikenang.

  7. Agenda yg ga pernah kami lewatkan nih mak. Biasanya kami sekeluarga pake baju dengan warna senada trs foto bareng nanti kumpul kliarga besar foto lagi. Bikin konsep yg menarik dan unik tiap tahunnya.

  8. Wow itu keluarga besar dari ibu luar biasa kompak ya
    Kumpulan semua pas hari raya
    Pasti ramai dan seru itu
    Silaturahmi selalu terjaga seperti itu pastinya senang sekali
    Saya jauh dari kata berkumpul seperti itu. Seolah kesibukan dan acara masing-masing sudah jadi alasan klasik
    Makanya gak punya foto bersama keluarga besar walaupun saat hari raya

  9. Momen lebaran memang jadi momen indah bersama keluarga besar. Sayangnya tahun ini saya enggak ikut (alias telat datang ke rumah mbah karena anak gak mau mandi). Wkwkwkw

    Ketika yang lainnya udah berkumpul, saya dan suami masih nguprek ngurusi bocil yg ‘mogok’ tiba-tiba gak mau mandi. Maunya di kamar terus katanya malu ketemu sama orang. 🥲🥲

    Mau mandi udah jam 10 pagi, wkwkwkw. Al hasil kami hanya punya foto sama mama dan adik-adik saja. Sama mbah dan keluarga besar tidak ikutan karena pas datang ke rumah mbah yg lainnya udah pada pulang atau silaturahmi ke rumah lainnya.

  10. Aku ada foto mbak
    Tapi masih belum di-share ke medsos
    Soalnya dibecandain sama ipar, nanti suamiku digoda follower
    Hahah, becanda tapi nyesek aja rasanya

  11. Seru banget mbak bisa poto keluarga besar. Aku lupa kapan kyk gitu, kyknya gak bisa ngumpulin keluarga segitu banyaknya kalau gak pas ada nikahan haha. Soalnya kalau lebaran malah sibuk sama keluarga masing2 😀
    Tapi jd inget masa kecilku dulu, saat semua masih mudik ke rumah almarhum nenek, tidur rame2 di ruangan mana pun yang ada, paginya sholat id bareng, trus makan2 bareng dan pepotoan. Tapi ya udah lama banget.
    Emang salah satu memori yang bakal melekat khususnya buat anak2 yaa.

  12. Benar, membuat dokumentasi keluarga tuh menurutku penting banget.
    Tapi aku sring lupa yaa.. kalo uda kumpul. Apalagi karena aku gak satu kota dengan keluarga besar.
    Kalau ada yang inget, wah.. itu bakalan jadi momen terindah untuk dikenang sih yaa..

  13. alhamdulillah banget mba aku masih bisa foto keluarga lengkap saat lebaran, bahkan di saat pandemi sekalipun, karena itu menjadi kenangan yang manis dan mahal juga

  14. Apalagi jika kita dan saudara-saudara tinggalnya berjauhan ya Mbak. Terasa banget momen foto bersama saat lebaran. Teringat keseruan dan terukir lah banyak kenangan.

    Lebaran tahun ini jadi lebaran yang cukup berat buat saya. Karena inilah lebaran saya terakhir dengan almarhumah ibu. Alhamdulillah saya sempat berfoto dengan beliau. Wafat di 20 April 2024, saya, suami, dan anak-anak sempat menikmati lebaran bersama beliau dan adik saya, sebelum akhirnya ke Bandung, bertemu dengan keluarga besar suami.

    Memang bener ya Mbak. Foto saat lebaran itu bisa jadi momen penting dalam hidup kita.

  15. Saya baru nyadar, sampai setua ini jarang banget foto-foto keluarga lengkap. Kecuali di keluarga paksu, itupun saya jarang ikutan.
    Padahal foto keluarga di hari lebaran itu bisa jadi kenang-kenangan, mumpung masih dikasih waktu kumpul bareng

  16. sebelum ada hepe, hampir setiap lebaran tidka punya foto keluarga, Mbak. soalnya uang pembeli roll film dipakai buat bikin kacang bawang dulu hahaha. belum lagi nanti cuci cetaknya. tapi setelah era hape berkamera, walau tidak lengkap, pasti ada foto keluarga. Salah satu alasannya, mumpung pada ngumpul. Karena tahun depan lebaran, belum tentu bisa ngumpul, karena salah satu alasan tinggal jauh.

  17. Masyaallaah, itu keluarga besar rame dan guyub banget ya, mbak. Alhamdulilllah
    Momen lebaran memang pas untuk kumpul. Duluuu sih belum ada kamera, kalo sekarang udah kumpul mana biasa kalo ngga foto-foto ya, mbak.
    Dari tahun ke tahun bisa dipandangin.
    Yang sedih kalau foto tahun lalu orangnya masih ada, tahun ini udah ngga ada 🙁

  18. Sampai sekarang belum pernah mengabadikan momen lebaran dengan foto. Apalagi sekarang jarang kumpul bareng keluarga besar, karena sudah tidak ada yang dituakan

  19. Daku ada foto lebaran keluarga, cuma gak di share di medsos karena malas aja haha.
    Soalnya medsos isinya kerjaan atau portfolio biar makin ciamik dapat jobnya, eh 😁😁

  20. Bener banget mba. Kalau foto tiap tahun jadi tahu siapa aja yang ikutan lebaran tahunan ini. Trus jadi tradisi buat foto bareng juga ya. Biar keinget juga siapa aja saudaranya. Apalagi kalau keluarga besar jarang kumpul karena ada yang di luar kota atau luar negeri. Pasti kangennya terobati dengan liat fotonya

  21. Ah iya, lebaran emang paling identik dengan foto keluarga ya mbak
    Foto keluarga untuk mengabadikan kehangatan yang ada

  22. Wow 8 bersaudara, pastinya rameeee……….

    Ngiri berat Mbak, jumlah saudara ayah saya cuma 4, tapi kita jarang bertemu.

    Juga saudara dari pihak ibu yang jumlahnya 7 bersaudara

    Paling bertemu kalau ada yang meninggal atau menikah

    Itu pun jarang pertemuan komplit

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: