Cara Mengajukan Kredit di Bank Jabar Banten bagi ASN

Mengajukan pinjaman ke bank, adalah suatu hal yang saya hindari sejak lama. Iya, walau saya ASN, yang katanya mudah dan pasti di terima kalau melakukan pengajuan pinjaman ke bank, saya sangat menghindarinya. Saya menghindari punya hutang. Konon katanya, punya hutang itu bisa membuat tidur tidak nyenyak. Hutang ke teman/saudara juga malah bisa membuat hubungan jadi renggang karena ternyata pembayaran tidak tepat waktu. Pokoknya hutang itu jauh-jauh deh dari hidup saya.

Selama 15 tahun jadi ASN, memang saya sering mendengar istilah “menyekolahkan SK”. Ini adalah istilah bagi ASN yang menjaminkan SK PNS nya, agar dapat memperoleh sejumlah uang pinjaman, entah untuk kebutuhan produktif maupun konsumtif.

Setelah bertahan 15 tahun, menjelang berakhirnya tahun 2019 ini akhirnya saya kenalan juga sama pihak bank, untuk keperluan mengajukan pinjaman.

Ceritanya, saya dan suami memutuskan untuk membeli rumah. Target kami di awal tahun, memang tahun ini harus bisa membeli rumah sendiri. Tapi sampai akhir tahun, ternyata uang belum cukup.

Hingga suatu hari, saya lihat-lihat di marketplace facebook, ada perumahan baru di pinggiran kota Malang, yang harganya tak terlalu mahal. Apalagi kalau membeli secara cash. Bisa juga sih pakai KPR, tapi setelah kami hitung-hitung, lebih murah kalau kami beli cash. Kalau pakai KPR, harganya mencapai 2 kali lipat dibanding kalau bayar cash.

Setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk mengajukan pinjaman ke bank, karena tabungan belum cukup untuk membayar secara cash. Mulailah saya bertanya pada teman-teman kantor yang pernah mengajukan pinjaman ke bank. Bank apa yang di rekomendasikan dan apa saja persyaratannya. Beberapa teman merekomendasikan untuk ke Bank Jabar Banten (BJB) saja, karena angsuran per bulannya lebih ringan di banding ke bank lain, baik bank milik pemerintah maupun bank swasta.

OK, sudah diputuskan akan mengajukan pinjaman ke BJB. Masalahnya adalah, saya kok nggak pernah lihat ada kantor BJB di Malang. Masa saya harus menyeberang ke wilayah Jawa Barat sih?

Lewat seorang teman kantor, saya mendapatkan kontak orang BJB yang dahulu membantu pencairan pinjaman yang diajukannya. Saya pun lalu mengontak orang tersebut,ย  namanya mbak Agustin. Dari mbak Agustin saya tahu bahwa memang belum ada kantor BJB di Malang, adanya di Surabaya dan Sidoarjo.

 

Persyaratan Pengajuan Pinjaman di BJB bagi ASN

Karena Malang – Sidoarjo itu lumayan jauh juga, walau kini sudah ada jalan tol, tapi tetap saja kan saya harus meninggalkan kantor di jam kerja dalam waktu yang cukup lama kalau harus ke bank. Dan alhamdulillah, tanpa harus ke kantor pengajuan pinjaman saya disetujui dan bisa cair dalam waktu satu hari. Kok bisa?

Bisa dong, kan sekarang jamannya teknologi. Dengan teknologi, kendala jarak dan waktu bisa diatasi dengan mudah.

Setelah berkomunikasi dengan mbak Agustin, saya jadi tahu persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk pengajuan kredit di BJB, yaitu :

  • surat keterangan rincian gaji
  • fotokopi ledger gaji yang di legalisir
  • rekening koran 3 bulan terakhir
  • fotokopi KTP saya dan suami
  • fotokopi NPWP
  • fotokopi kartu keluarga
  • fotokopi akta nikah
  • SK CPNS
  • SK PNS
  • SK pangkat terakhir
  • kartu Taspen
  • kartu pegawai
  • pasfoto 3×4 sejumlah 2 lembar

Semua berkas itu harus diserahkan ke pihak bank. Ditambah satu berkas lagi yaitu form pengajuan kredit. Untuk form pengajuan kredit ini harus diketahui oleh atasan langsung dan juga pihak keuangan.

Surat keterangan rincian gaji dan fotocopi serta legalisir ledger gaji bisa saya minta ke bagian keuangan. Tak sampai sehari berkas sudah siap. Tergantung pada pejabatnya, ada di kantor atau tidak. Karena rincian gaji ditandatangani oleh atasan.

Untuk mendapatkan rekening koran 3 bulan terakhir, saya pergi ke bank dimana saya menjadi nasabahnya, pastinya bukan BJB karena belum ada kantornya di Malang. Di bank, saya menuju customer service dan meminta untuk di cetakkan rekening koran. Ada biaya 2000 rupiah per lembar untuk pengganti biaya cetak.

Pada saat saya ingin mengajukan kredit tersebut, saya berharap dalam waktu 2 minggu bisa selesai. Tapi masa akhir tahun, saya banyak mendapat tugas keluar kota, jadi walau semua berkas sudah siap, tapi belum bisa ketemu sama pihak bank. Dan ternyata pihak bank memahami kondisi ini, sehingga semua berkas bisa saya foto dan kirim lewat wa terlebih dahulu. Nanti saat realisasi pinjaman, barulah berkasnya saya serahkan.

 

Layanan Jemput Bola

Semua berkas sudah siap, tinggal ketemu saja dengan mbak Agustin. Dan ketemunya ternyata nggak harus saya pergi ke bank lho, tapi kami janjian ketemu di kantor saja. Jadi mbak Agustin yang akan ke kantor untuk mengambil berkas-berkas saya. Kami pun menyepakati hari dan jamnya, yaitu setelah saya pulang dari bertugas ke luar kota.

Sudah saya bilang di atas bahwa akhir tahun ini saya banyak tugas keluar kota, dan rata-rata mendadak pemberitahuannya. Termasuk hari dimana saya sudah berjanji untuk ketemu dengan pihak bank. Dua hari menjelang hari yang kami sepakati, mendadak saya dapat tugas ke Surabaya.

Kenapa nggak dimajukan saja hari ketemuannya?

Nggak bisa, karena posisi saya masih di Jakarta.

Padahal tenggat waktu saya harus melunasi pembayaran rumah tinggal seminggu lagi. Ya sudah saya pasrah saja. Kalau memang jatahnya tahun ini kami bisa punya rumah, Allah pasti akan memudahkan jalannya.

Alhamdulillah, ternyata memang ada jalannya. Pihak bank meminta saya membawa semua berkasnya saat bertugas ke Surabaya, jadi nanti kami akan ketemu di Surabaya saja.

Jadilah pihak bank mendatangi hotel dimana saya menginap di Surabaya, pada saat jam istirahat siang. Karena mbak Agustin sedang cuti, maka yang datang adalah temannya.

Setelah ketemu, saya pun menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Mbak Aida memeriksa berkas-berkas tersebut, mencocokkan dengan foto-foto yang sudah saya kirim melalui wa ke mbak Agustin. Setelah itu saya menandatangani form serah terima berkas.

Mbak Aida juga membawa buku tabungan serta kartu ATM saya. Memberi kesempatan pada saya untuk membaca pasal=pasal perjanjian pemberian kredit yang jumlahnya berlembar-lembar. Tentu saja saya nggak membaca sampai selesai, membaca lembar pertamanya saja. Yang begini jangan di tiru ya.

Mbak Aida juga menerangkan beberapa hal berkaitan dengan pemberian kredit tersebut. Setelah itu saya menandatangani berkas perjanjian, dan juga buku tabungan. Tanda tangannya tentu saja diatas materai. Untuk materainya sudah ada, jadi saya tinggal membayar biaya pengganti materai.

Terus cairnya kapan?

Hari itu juga, setelah saya menandatangani surat perjanjian pemberian kredit.

Padahal ada satu berkas yang kurang lho, yaitu SK PNS saya. Saya salah ambil, yang saya bawa malah SK kenaikan pangkat, tapi bukan yang terakhir. Padahal itu syarat utama lho, tapi kata mbak Aida sih, bisa disusulkan.

Oh iya, saat tanda tangan buku tabungan dan berkas perjanjian, saya sempat melirik nama pihak bank yang ada di situ. Dan tertera Aida adalah nama pimpinan cabangnya. Wow… merasa terhormat sekali saya, sampai pimpinan cabangnya sendiri yang repot-repot mendatangi saya ke Surabaya. Layanan jemput bola dari BJB memang top.

 

Staf yang Ramah dan Siap Membantu

Alhamdulillah dana yang saya butuhkan bisa cair dalam waktu yang singkat. Saya juga senang karena mendapat pelayanan prima dari staf BJB. Ketika ada masalah, saya tinggal kirim wa saja, maka solusinya segera saya dapatkan.

Misalnya saat saya mau mengaktifkan layanan m banking. Layanan m banking harus dilakukan di ATM BJB atau di customer service di kantor BJB. Karena di Malang nggak ada kantor maupun ATM BJB, untuk mengaktifkan layanan ini saya tentunya harus ke Sidoarjo dimana disana terdapat kantor cabang BJB.

Saya pun kontak mbak Aida, dan tak lama kemudian saya dapat sms dan juga email yang berisi kode untuk mengaktifkan layanan sms dan juga m banking. Bisa menghemat waktu, tenang dan biaya kan, karena saya tak perlu ke Sidoarjo.

Berkas saya yang ketinggalan pun, saya tak perlu repot mengantar ke bank. Karena mbak agustin yang meluangkan waktu untuk mengambilnya ke kantor. Saat menyerahnya satu berkas yang ketinggalan tersebut, ada juga tanda terimanya. Selain mengambil berkas, juga untuk meminta tanda tangan suami saya. Karena di lembar perjanjian memang ada bagian yang harus ditandatangani suami dan harus disaksikan pihak bank.

pengajuan kredit bank bjb

 

Kredit Guna Bhakti (KGB)

Pinjaman yang saya ajukan kemarin, kalau di BJB namanya kredit guna bhakti. BJB kredit guna bhakti merupakan pembiayaan yang diberikan oleh BJB untuk debitur berpenghasilan tetap yang gajinya telah atau belum disalurkan melalui BJB dan/atau tempat debitur bekerja telah memiliki perjanjian kerjasama dengan BJB dimana sumber pengembaliannya berasal dari gaji debitur yang digunakan untuk keperluan multiguna.

Gaji saya setipa bulan memang nggak lewat BJB, tapi kantor saya sudah ada perjanjian kerjasama dengan BJB, sehingga pengajuan kredit saya bisa diterima.

Kredit guna bhakti sendiri besarannya mulai dari 10 juta hingga 25 juta dengan jangka waktu angsuran hingga 25 tahun.

Ada yang kepo saya kemarin pinjam berapa?

Ssttt… kalau punya utang nggak boleh bilang-bilang. Jadi maaf besarannya nggak bisa saya sebutkan. Yang jelas saya ngambil jangka waktu pelunasan 4 tahun saja. Nggak mau lama-lama punya hutang

***

Begitulah pengalaman saya mengajukan kredit ke BJB. Mudah dan tidak ribet walau BJB belum ada kantor cabangnya di Malang.

23 thoughts on “Cara Mengajukan Kredit di Bank Jabar Banten bagi ASN”

  1. Semoga rumah idamannya nanti berkah ya Mbak. Aku sih gak masalah ya kalau ada yang melakukan pinjaman, toh yang bayar diri sendiri. Tapi kalau pinjam memang kudu buat kebutuhan dan pasangan juga sepakat, bukannya diam2 gitu

  2. Bener Bun. Adakalanya kita ngutang bukan karena ngikutin gaya hidup tapi karena kebutuhan ya. Dan sebisa mungkin hindarin hutang kecuali butuh kyak rumah contohnya. Aku juga terpaksa ngutang ke bank karena demi rumah. Ahh semoga hutang kita cepet lunas ya Bun. Biar tenang dan semakin dilapangkan rezeki kita dan juga dimudahin ya. Amin

  3. Paling respek sama perusahaan yang sukses menanamkan mental “konsumen adalah raja” kepada karyawannya.
    Kalau berdasarkan kisah mba di atas sepertinya, sudah terwakili lewat performa mbak Aida ya.
    Apalagi beliau, pimpinan cabang.

    Semoga proses pembelian rumahnya lancar ya, Mak!

  4. Saya belum punya pengalaman seperti ini. Tetapi, kalaupun sikon membuat saya memutuskan berhutan, mending ke bank aja seperti ini. Daripada ke tempat lain yang malah menyusahkan kita

  5. Wah patut diacungi jempol nih layanan dari Bank BJB, tidak bikin ribet customer nya, malah sangat membantu sekali dengan ‘layanan jemput bola’ nya itu. Seringnya kan kita customer yang harus pergi ke bank nya dan semua persyaratan harus beres dulu baru bisa diproses.

  6. Owalah ternyata walau di domisili kita gak ada bank itu dia tetep bisa melayani yaaa? Aku gak kepoh jumlah pinjemannya tapi kepoh minjem buat apa hihihi. Apapun itu moga dimudahkan ya mbak ๐Ÿ˜€

  7. Senangnya mba Nani ada kemudahan pinjam uang untuk keperluan keluarga. Teryata asyik juga karena pelanggannya juga ramah ramah ya

  8. Alhamdulillah keinginan punya rumah sendiri bisa terpenuhi tahun ini. Semoga berkah mbak. enak juga ya karyawannya sigap membantu dna jemput bola ke pelanggan langsung.

  9. Dulu juga suami sempat menyekolahkan SK ke BJB. Alhamdulillah sudah lunas sekarang. Memang mudah prosedurnya

  10. senangnya bs terbantu. mama saya jg asn dan pakai jasa pinjam dana bank untuk usaha alhamdulillah dipermudah prosesnya

  11. Alhamdulillah, akhirnya impiannya membeli rumah segera terwujud ya, Mbak. Kadang aku pun takut punya hutang, Mbak. Tapi dalam kondisi tertentu memang harus dibuat berani, tentunya dengan perhitungan yang sudah matang ya, Mbak. Keren juga service dari BJB. Sangat memudahkan nasabah.

  12. Betul mba, sekarang mengajukan kpr atau pinjama lain lebih mudah karena ada sistem jemput bola. Kita tinggal siapkaa berkasnya, pihak akan datang mengambil.

  13. Waw dgn adanya pinjaman BJB ASN jd lebih mudah dpt pinjaman ya mba… semoga awal tahun rencana beli rumahnya terlaksana & bisa segera menempati rumah baru… aamiin ๐Ÿ˜Š

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis