Live Session, Menghadirkan Pembelajaran di Kelas Secara Daring




Live session, menghadirkan pembelajaran di kelas secara daring. Kegiatan ini lah yang sedang saya lakukan 2 minggu terakhir ini. Sebuah upaya untuk membuat pembelajaran daring tetap bisa menarik dan interaktif.

Biasanya, dalam sesi pembelajaran daring menggunakan zoom, pengajar dan peserta duduk di depan laptop masing-masing. Pengajar menyampaikan materi, materi pelajaran dalam bentuk file presentasi di sampaikan dengan cara share screen menggunakan aplikasi zoom. Selesai pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Saat menggunakan model begini, apalagi sesi siang, ada aja peserta yang saya lihat terkantuk-kantuk. Bukan cuma peserta, saya sebagai host pun kadang juga ngantuk. Apalagi materi yang dipaparkan bukan bidang yang saya geluti dalam pekerjaan.

Belajar dari pengalaman terdahulu, tentunya kami ingin memperbaikinya. Kali ini, pengajar tak hanya duduk manis lalu share screen di layar saat menggunakan aplikasi zoom. Namun pengajar berlaku seolah-olah sedang melakukan kegiatan tatap muka di kelas. Beliau berdiri, menulis di papan tulis, menunjukkan peralatan, bertanya dan mengkonfirmasi ke peserta. Semua di lakukan secara live, seolah-olah peserta ada di hadapannya.

Sesi live session

Model live session ini diselenggarakan dalam diklat upskilling dan reskilling, yang kebetulan instansi tempat saya bekerja, ditunjuk sebagai salah satu penyelenggaranya.

Mengenal Diklat Upskilling dan Reskilling

Program Upskilling dan Reskilling Guru SMK Berstandar Industri merupakan salah satu program prioritas dari Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bagi guru kejuruan SMK sesuai dengan standar Industri dan Dunia Kerja (IDUKA).

Guru yang menjadi peserta diklat upskilling dan reskilling adalah guru kejuruan yang ada dalam lingkup 4 bidang prioritas pengembangan SMK sebagai pusat keunggulan (center of excellence). Empat bidang prioritas itu adalah :

  1. manufaktur dan konstruksi
  2. ekonomi kreatif
  3. pelayanan keramahan (hospitality)
  4. pelayanan sosial (care services)

Jurusan di SMK yang termasuk dalam empat bidang prioritas itu, bisa dilihat di gambar berikut ini

4 bidang prioritas SMK
Kompetensi keahlian prioritas

Upskilling dapat diartikan sebagai pelatihan berbasis industri bagi tenaga pendidik yang berorientasi pada peningkatan level kompetensi teknis/kejuruan/kerja yang telah dimiliki sebelumnya. Sedangkan reskilling dapat diartikan sebagai pelatihan berbasis industri bagi tenaga pendidik yang berorientasi pada penguasaan kompetensi teknis/kejuruan/kerja yang belum dikuasai sebelumnya.

Diklat Tatap Muka dalam Masa Pandemi?

Program Upskilling dan Reskilling Guru SMK Berstandar Industri ini dilaksanakan menggunakan metode blended leraning, ada kegiatan daring dan kegiatan tatap muka.

Kegiatan daring dilaksanakan selama 2 minggu. Dalam kegiatan daring ini, peserta mempelajari dan mengerjakan tugas di LMS. Selain itu juga ada sesi live session sebanyak 4 hari @ 3JP setiap minggunya.

Setelah selesai kegiatan daring, para peserta mengikuti kegiatan pendalaman materi, selama 2 minggu juga. Pendalaman materi ini dilakukan secara tatap muka. Peserta di undang ke Malang.

Kalau dalam kegiatan daring peserta banyak mempelajari teori, maka dalam kegiatan pendalaman, peserta akan banyak melakukan praktik. Iya, lah namanya sekolah kejuruan, pasti akan hambar jika tak ada praktiknya.

Selesai kegiatan pendalaman, peserta akan melakukan kegiatan on the job training di industri yang telah bekerja sama dengan pihak penyelenggara. Selesai on the job training, mereka akan menjalani ujian sertifikasi kompetensi.

Untuk kegiatan daring, akses LMS dan live session, nggak masalah selama sinyal bagus. Tapi untuk kegiatan tatap muka ini yang sampai menjelang hari H masih juga jadi bahan obrolan yang tetap hangat.

Peserta setiap kelas ada 20 orang, yang berasal dari seluruh Indonesia. Di kelas saya ada yang dari Aceh, Papua, Kalimantan dan juga Sulawesi. Jawa juga ada tentu saja.

Yah, walau masih banyak perdebatan, semoga saja nanti peserta tetap sehat selama dalam perjalanan, selama di malang maupun di Industri dan juga setelah kembali ke rumah. Protokol kesehatan tentu saja sudah dipersiapkan bagi mereka. Kamar asrama yang biasanya di hunu 3 orang, kini hanya boleh diisi 1 orang.

Yang agak susah mungkin bagaimana melarang peserta untuk jalan-jalan di Malang. Yah, tahu sendiri lah, mereka dari luar daerah, tentunya pengen tahu juga seluk beluk kota Malang. Apalagi banyak obyek wisata di Malang yang sudah mulai dibuka kembali.

Apapun itu, program ini harus tetap jalan. Semoga saja semua mematuhi aturan dan juga protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Live Session, Menarik dan Interaktif

Kita lanjutkan kembali bahasan mengenai live session dalam rangkaian kegiatan daring diklat upskilling dan reskilling ya.

Memang sih, untuk melakukan kegiatan live session ini, dibutuhkan juga sumber daya lain. Kalau cuma zoom biasa, asal ada laptop dan koneksi yang bagus, beres deh.

Kalau live session maka harus ada kamera tambahan dengan kualitas bagus supaya bisa zoom in zoom out juga. Jadi bisa diarahkan fokus pada apa yang dituliskan pengajar di papan tulis. Bisa fokus pada file presentasi yang ditayangkan dalam kelas. Bisa fokus pada alat peraga yang ditunjukkan.

diklat upskilling dan reskilling
Pengajar sedang menunjukkan salah satu peralatan

Selain kamera tambahan, perlu juga laptop tambahan sehingga pengajar bisa melihat semua peserta. Walau peserta dalam jarak yang jauh, tapi kalau pengajar melihat ekspresi peserta yang antusias mengikuti kegiatan, kan pengajarnya juga makin semangat mengajar.

Apalagi selama kegiatan ini, peserta bisa langsung bertanya kalau ada hal yang tidak dipahami. Suasana pembelajaran menjadi interaktif. Sebagai host pun saya jadi nggak ngantuk dan bosan hehehe….

Demikianlah sharing saya mengenai kegiatan live session dalam diklat upskilling dan reskilling. Semoga bermanfaat.

46 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *