Ramadhan Day 7 : Panen Buncis




Bagi petani, masa panen adalah saat paling membahagiakan yang di tunggu-tunggu. Walau sedang bulan ramadhan, kalau sudah masanya panen, ya harus tetap ke sawah. Seperti kami ini, yang di bulan ramadhan ini bertepatan dengan masa panen buncis.

Himbauan untuk bekerja di rumah saja, tak bisa kami lakukan sepenuhnya. Bagi petani kayak kami, nggak bisa dong bekerja dari rumah. Emangnya mau memonitor tanaman pakai zoom? Jadi, suami tiap hari masih ke sawah yang berjarak sekitar 10 km dari rumah. Bahkan, kadang kalau terlalu capek, memilih menginap di sawah.

Di sawah, ada tanah yang harus diolah, ada tanaman yang harus di rawat, ada buruh tani yang harus diawasi kerjanya dan diberi upah. Kalau kami menghentikan pekerjaan di sawah, maka tanaman bisa tak terawat dan akhirnya mati. Sudah pasti kami akan rugi. Kasihan juga beberapa buruh tani yang bekerja pada kami, mereka di bayar harian, kalau nggak kerja artinya mereka tak punya pendapatan.

Nggak setiap hari sih kami pakai tenaga buruh tani. Jadi mereka kerjanya pindah-pindah, tergantung pemilik lahan yang memerlukan tenaga mereka.

Hari ini, waktunya kami panen buncis, jadi kami butuh tenaga mereka untuk membantu memanen.

panen buncis
Memetik buncis

Batak Ikut Panen Buncis di Sawah

Usai subuh, suami sudah berangkat ke sawah. Sebenarnya saya ingin ikut tapi setelah berdiskusi dengan suami, dengan beberapa pertimbangan, akhirnya saya batal ikut. Padahal pengen banget ikut dan membantu panen buncis, karena saya sudah lama juga nggak ke sawah.

Pertimbangan pembatalan saya untuk ikut adalah :

  • Demi mengantisipasi kemungkinan terpapar covid-19, sebaiknya 1 orang saja yang mengambil resiko dengan beraktivitas di luar rumah. Jadi suami saja yang berangkat ke sawah
  • Ini bulan puasa, dan cuaca sedang panas. Jadi acara metik buncis dilakukan pagi dan juga sore hari. Kalau saya ikut, artinya sebelum waktu ashar harus sudah pulang untuk siap-siap masak. Padahal waktu setelah ashar itu waktu yang nyaman buat metik

Jadi ya gitu deh, saya di rumah aja. Terima laporan aja kegiatan suami di sawah.

panen buncis
Lumayan banyak juga hasilnya

Mengenal Tanaman Buncis

Buncis merupakan jenis kacang-kacangan, buahnya berbentuk polong. Ada dua jenis kacang buncis, yaitu tipe merambat dan type tegak. Tanaman buncis tipe tegak memiliki batang yang pendek dan tidak memerlukan lanjaran. Tinggi tanaman buncis tipe tegak hanya sekitar 60 – 70 cm. Sedangkan tipe buncis merambat tingginya bisa mencapai 3 meter dan harus menggunakan lanjaran

Tanaman buncis banyak terdapat dihampir semua wilayah di Indonesia, terutama pada daerah-daerah sentra sayuran dan pada daerah dataran tinggi. Tanaman kacang buncis termasuk tanaman yang memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap iklim dan lingkungan. Buncis dapat dimanfaatkan buah, biji maupun daunnya sebagai sayuran.

Buncis yang kami tanam adalah tipe merambat, karena itu harus diberi lanjaran berupa bilah bambu. Kalau sudah merambat, tingginya bisa melebihi tinggi orang dewasa.

tanaman buncis
Tanaman buncis merambat di lanjaran

Buncis memerlukan waktu 45-50 hari sampai bisa di panen. Kami dulu menanamnya di awal bulan maret, dengan perkiraan saat bulan puasa sudah mulai bisa di panen. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kalau pas bulan puasa, harga buncis lumayan tinggi.

Saat panen, kami tak perlu membawa hasil panennya ke pasar. Suami tinggal telpon saja pedagang pengepul, nanti dia yang akan datang ke sawah dan mengangkut hasil panennya.

Demikianlah kegiatan keluarga Nara di hari ke 7 Ramadhan. Apa kegiatanmu hari ini?

30 Comments

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya