Tenang Menjalani Kehamilan di Masa Pandemi Bersama SehatQ.com




Adakah pembaca blog ini yang sedang hamil saat ini? Bagaimana perasaannya? Bahagia tentunya ya, walau ada rasa was-was juga saat harus periksa ke dokter di rumah sakit maupun bidan di klinik bersalin. Rasa was-was kalau sampai terpapar virus Corona. Padahal ibu hamil itu kan harus tenang, karena perasaan was-was itu akan dirasakan juga oleh janin di dalam perutnya. Supaya rasa was-wasnya hilang, baca terus deh tulisan saya kali ini yaitu tenang menjalani kehamilan di masa pandemi bersama sehatQ.com

Kehamilan yang telah Lama Dinantikan

Sore itu saya sedang menemani Toto bermain ketika handphone berdering. Telepon dari seorang sahabat yang tinggal di kota yang berlainan dengan saya.

Tumben dia nelpon sore begini, biasanya dia tuh kalau nelpon pasti malam hari, saat anak-anak sudah tidur. Jadinya kami bebas ngobrol lama-lama, tanpa ada interupsi dari anak-anak.

Meski heran, saya angkat juga telponnya. Tentu saja minta ijin dulu sama Toto. Kalau tidak, dia pasti bakal protes.

“Nan, aku hamil!”

Teriakannya langsung terdengar begitu saya mengangkat telpon. Sampai lupa nggak ngucap salam dia nih. Saking bahagianya mungkin. Saking ingin segera mengabarkan pada saya.

Saya pun memaklumi, dan ikut merasa gembira juga. Ya Allah… akhirnya kabar gembira itu datang juga.

Sudah 10 tahun sahabat saya ini menikah, usianya kini menjelang 40. Lama dia menunggu untuk bisa memiliki anak. Berbagai upaya medis dan juga alternatif telah dia tempuh, demi bisa hamil.

Dan kini dia mengabarkan bahwa dia hamil. Ah, ini adalah kabar menyenangkan yang saya terima. Menyelip diantara kabar-kabar kurang menyenangkan yang datang sebagai efek dari pandemi Corona ini.

Sebenarnya kami masih ingin banyak berbincang soal kehamilannya, namun rengekan Toto ngajak main menghentikan percakapan kami. Yah, beginilah kalau punya balita, mesti diprioritaskan. Walau emaknya ini ingin melakukan aktivitas lain, harus ditunda demi melayani si balita.

Eh, kok malah curhat sih!

Tetap tenang menjalani kehamilan di masa pandemi

Malamnya, saat anak-anak sudah tidur, kami melanjutkan perbincangan yang terputus sore tadi. Dia banyak bertanya pada saya, yang dianggapnya lebih berpengalaman dalam urusan hamil. Iyalah, soalnya saya ini sudah hamil tiga kali hehehe…

Panduan bagi Ibu Hamil

Saya berikan jawaban standar aja sih, sebagai bekal bagi sahabat saya ini dalam menjalani masa kehamilannya itu. Saya memberikan saran berdasarkan pengalaman saya selama hamil tiga kali, yaitu :

  1. Jaga pola makan, makan secara teratur dan pastikan makanannya mengandung nutrisi. Soalnya kan asupan makanan janin sangat tergantung pada pada apa yang dimakan ibunya.
  2. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, apalagi di masa pandemi gini.
  3. Kurangi aktivitas fisik karena ibu hamil nggak boleh terlalu lelah, apalagi dia hamil di usia menjelang 40 tahun.
  4. Periksa ke dokter/bidan sebulan sekali
  5. Konsumsi vitamin, penambah darah, zat besi (ini biasanya diberikan oleh dokter/bidan saat periksa)
  6. Pikiran dan perasaan harus tenang, ibu hamil nggak boleh stress karena kondisi psikis ternyata juga mempengaruhi perkembangan janin

Di kasih saran kayak gitu, langsung sahabat saya protes.

“Gimana bisa tenang di masa pandemi gini, mau kontrol ke dokter kandungan juga kan jadinya ketemu banyak orang”

Iya sih. Apalagi kalau kontrolnya mesti ke rumah sakit atau poliklinik, pasti akan ketemu banyak orang. Apalagi kini banyak yang kena Corona ini dan terdeteksi sebagai orang tanpa gejala. Jadi makin was-was aja kan, kali aja pas ke rumah sakit ternyata berinteraksi dengan OTG ini.

Makanya penting banget untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat kalau mau kontrol ke rumah sakit. Dan supaya lebih tenang, saya sarankan sahabat saya untuk membaca artikel-artikel tentang kehamilan yang ada di situs sehatq.com

Walau saya sudah hamil tiga kali, tapi kan saran saya itu cuma berdasarkan pengalaman saja. Tidak dilandasi oleh ilmu kedokteran, ilmu tentang kandungan. Saya pun udah agak lupa gimana rasanya hamil, karena kehamilan terakhir sudah berlalu 4 tahun yang lalu.

Dapatkan Saran Terbaik dari Ahlinya

Supaya tidak tersesat dan makin yakin, saya arahkan sahabat saya itu untuk bertanya pada ahlinya. Ahlinya, tentu saja dokter dengan spesialisasi tentang kandungan.

Gimana caranya bertanya?

Gampang. Jaman maju gini.

Cukup install aplikasi sehatQ di handphone. Di aplikasi sehatQ ini ada fitur untuk chat Dokter. Kita bisa memilih dokter umum maupun spesialis dari berbagai rumah sakit. Nggak terbatas rumah sakit yang ada di tempat tinggal kita aja.

Fitur chat dokter aplikasi sehatQ
Fitur chat dokter di aplikasi sehatQ

Sahabat saya ini tentu saja seneng banget, karena dia bisa tanya dokter kapanpun dia mau atau saat merasa ada masalah dengan kehamilannya, tanpa harus meninggalkan rumah.

Alhamdulillah, saya pun ikut senang bisa membantu sahabat. Walau tinggal berjauhan. Semoga saja sahabat saya itu bisa tetap tenang menjalani kehamilannya di masa pandemi ini.

35 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *