WisataKu

Terpikat Pesona Air Terjun Coban Rondo

Kalau sepi, pasti bagus berfoto disini

Wisata air terjun Coban Rondo terletak di Kota Batu Malang Jawa Timur, tepatnya di jalan Coban Rondo, desa Pandesari, Kecamatan Pujon. Kalau dari kota Malang, perjalanan sekitar 1 jam. Tiket masuk 35 ribu/orang. Setiap pengunjung akan mendapatkan gelang sebagai tanda masuk ke area wisata Coban Rondo. Area wisata ini beroperasi mulai pukul 07.00 – 17.00. Jadi bisa banget kalau mau seharian menikmati keindahan alam disana.

Gelang sebagai tanda masuk pengunjung

Menurut legenda, air terjun Coban Rondo berasal dari sepasang pengantin baru, yaitu Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dengan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Saat usia pernikahan mereka mencapai selapan (36 hari), Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk berkunjung ke Gunung Anjasmoro, bersilaturahmi dengan keluarga Raden Baron Kusuma. Orang tua Dewi Anjarwati melarang keduanya pergi, dengan alasan usia pernikahan mereka baru selapan, takut kalau terjadi sesuatu yang tidak baik dalam perjalanan mereka. Namun kedua bersikeras untuk berangkat.

Dalam perjalanan, mereka dihadang oleh Joko Lelono, yang terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati. Perkelahian pun tak dapat dihindarkan antara Raden Baron Kusuma dan Joko Lelono. Sementara Dewi Anjarwati meninggalkan lokasi pertempuran dan menunggu suaminya dengan bersembunyi di Coban (air terjun). Namun ditunggu sampai lama, suaminya tak kunjung datang. Sejak saat itu air terjun tersebut dinamai Coban Rondo (air terjun janda).

Prasasti legenda coban rondo

Di kawasan wisata ini, pengunjung tidak hanya dapat melihat air terjun saja, karena kawasan ini juga dilengkapi berbagai permainan dan spot berfoto yang diharapkan membuat pengunjung betah untuk berlama-lama di sana.

Wahana di kawasan coban rondo

Wahana pertama yang kami kunjungi adalah taman labirin, yang letaknya tak jauh dari pintu utama yang sekaligus juga sebagai loket masuk kawasan wisata. Nggak perlu khawatir dengan kendaraan, karena tempat parkirnya cukup luas.

Taman labirin

Taman labirin ini terbentuk dari tanaman bunga yang diatur pola penanamannya sedemikian rupa hingga membentuk jalur-jalur labirin yang dapat menyesatkan pengunjung yang memasukinya. Lumayan lama juga untuk bisa menemukan jalan keluar. Dipintu masuk taman, ada menara yang dapat digunakan untuk mengambil foto taman dari ketinggian. Dapat juga dimanfaatkan untuk memberikan panduan bagi pengunjung yang berada dan didalam labirin untuk menemukan jalan keluar.

Temukan jalan pulangmu

Keluar dari taman labirin, kami mencari spot berfoto lain. Dan inilah beberapa foto kami di sana.

Tampak depan

Tampak samping

Pohonnya penuh sliwiran warna warni

Manis manja group

Pohon berbuah bola warna warni

Puas berfoto. Kami lanjutkan perjalanan menuju ke air terjun. Lokasi air terjun dari loket sekitar 3 km. Kalau jalan kaki lumayan juga, jadi kami putuskan naik kendaraan saja. Kendaraan yang kami bawa sendiri tentu saja. Kendaraan diparkir di area yang disediakan. Dari lokasi parkir ke air terjun berjarak kurang lebih 500 m. Turun dari kendaraan, langsung cari spot berfoto lagi.

Icon papan nama coban rondo

Pintu masuk ke air terjun

Formasi lengkap

Saat perjalanan dari tempat parkir menuju ke air terjun, kita akan menjumpai banyak monyet di sekitar. Tak perlu takut dengan monyet-monyet itu, asal jangan menenteng makanan dalam kantong kresek, aman mereka akan cuek aja kita lewat. Kalau mau memberi makan monyet-monyet itu juga bisa, ada warung-warung yang menjual kacang rebus dan aneka gorengan.

26 Comments

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: