Toto dan Kucing Kecilnya

Sudah lama nggak cerita tentang anak-anak di sini. Kali ini saya pengen cerita tentang si bungsu Toto yang seneng banget saat nemu kucing kecil di rak sepatu depan rumah. Lalu, saya pun berpikir, bagus juga kali ya kalau anak-anak diajari merawat binatang peliharaan.

Saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu, saat survey ke sebuah komunitas HS di Malang. Kala itu pengelolanya mensyaratkan kalau ingin bergabung di sana, anak-anak harus memiliki hewan peliharaan. Tujuannya adalah untuk melatih disiplin anak-anak dalam merawat hewan peliharaan, juga mengajarkan untuk mencintai sesama makhluk.

Penemuan Kucing Kecil

Jumat pagi, saat mau ngambil helm dan siap berangkat ke kantor, saya lihat ada yang aneh di bawah helm saya. Helm biasanya saya taruh di rak paling atas. Saat saya ambil helm itu, nampaklah sesosok kucing kecil yang mlungker, lelap tidur.

Tak ingin membangunkan si kucing, saya pun masuk lagi dan kasih tahu Toto bahwa ada kucing kecil di luar.

Toto pun antusias langsung lari keluar untuk melihat kucing kecil itu. Tangannya terulur, pengen megang, tapi lantas di tarik lagi. Begitu terus berulang kali sambil ketawa ketawa dan bilang takut.

Karena helm saya ambil, mungkin si kucing jadi kedinginan dan akhirnya pelan-pelan membuka matanya. Kaget kali ya lihat ada manusia kecil yang mengamatinya, kucing kecil itu langsung berdiri dan melompat pergi. Diiringi tatapan kecewa Toto yang berusaha mengejarnya namun tak bisa menangkapnya.

Siang, saat istirahat, seperti biasa saya pulang ke rumah. Suami, Babang dan Toto sedang siap-siap untuk ke masjid, sementara si kucing kecil ada di dekatnya. Toto sudah berani pegang, katanya tadi sudah diajari papa cara memegang kucing itu. Sementara babang dan kakak, cuma lihatin dari jauh setiap kali Toto pegang kucing.

Babang dan Kakak nggak berani pegang. Jadi kalau Toto pegang kucing, mereka berdua segera berlari menjauh. Soalnya Toto juga suka iseng, kucingnya di pegang, terus dibawa mendekat ke arah Babang dan Kakak.

Kesepakatan untuk Memelihara Kucing

Malamnya, Toto minta supaya kucingnya dibiarkan masuk, biar tidur di dalam rumah. Katanya, kasihan dia tidur sendiri di luar, nggak ada Mamanya. Tapi saya tetap nggak mau kalau kucing itu tidur di dalam. Biar di luar aja, di kasih alas kain di rak sepatu dimana biasanya saya menaruh helm. Jadi dia tetap hangat walau tidur di luar. Walau saya harus merelakan helm kesayangan jadi pelindungnya.

Keesokan harinya, Sabtu, kucing kecil itu di mandikan oleh suami. Saya nggak lihat prosesnya karena sedang pergi ke pasar.

Pulang dari pasar, saya lihat kucing itu sudah bersih dan tampak menggemaskan. Akhirnya saya kasih bilang pada Toto kalau nanti malam, kucing itu boleh tidur di rumah. Toto boleh pegang, tapi selesai pegang harus cuci tangan.

Jadilah sejak pagi itu, kami resmi memelihara kucing.

merawat hewan peliharaan
Seneng banget gotong-gotong kucing

Yang paling bahagia tentu saja Toto. Sementara babang masih tetap nggak mau mendekat. Si kakak mulai mau mendekati kucing, tapi nggak berani untuk megang. Toto, udah mulai seneng memegang, menggendong, bahkan pengen cium-cium juga. Tentu saya larang dong.

Makanannya, nasi dan tulang-tulang ayam. Kadang di kasih kerupuk. Toto kalau ambil kerupuk, setengah buat dia, setengah lagi dikasihkan pada kucing. Toto juga mulai sering ngajak ngomong kucing itu.

“Makanlah kucing….”

“Mamamu ke mana?”

“Kucing, ayuk main sama Toto…”

Karena Toto asyik dengan kucing kecilnya, saya juga ikutan senang karena bisa tenang pegang hp di hari Sabtu hehehe…. bisa tenang juga mengerjakan kerjaan rumah.

Babang pun Jadi Penasaran

Melihat Toto yang jadi asyik selalu bermain dengan kucing dan cuek dengan dirinya, rupanya membuat Babang penasaran juga. Penasaran pengen ikut merasakan keasyikan main sama kucing.

merawat kucing
Bangun tidur langsung cari kucing

Saya pun memotivasi Babang supaya nggak takut untuk mendekati kucing, karena dia kan masih kecil. Lucu, imut dan jinak pula. Walau tetap nggak berani pegang, pelan-pelan babang mau mendekati si Kucing. Nggak lari lagi saat Toto menggendong si kucing.

Akhirnya Babang dan Toto seneng banget main sama kucing kecil itu. Ambil sapu, tali, bola buat ngajak si kucing bermain. Berkejaran juga. Tapi tetap, Babang nggak berani buat gendong. Kalau si kucing tidur, babang berani elus-elus punggungnya. Tapi kalau si kucing bangun, Babang nggak berani megang.

Hilang Saat sedang Sayang Sayangnya

Si kucing yang imut, dalam waktu singkat telah mampu memikat kami semua.

Kami mulai mencari-cari dan saling bertanya kala si kucing tak ada. Mungkin dia sedang buang hajat, atau pergi entah ke mana. Tapi tak pernah lama. Si kucing pasti bakal kembali lagi.

Senin pagi, saat saya berangkat untuk tugas keluar kota, kucing kecil itu masih di uyel-uyel sama Toto. Di ajak makan bareng pula.

Rabu siang, saat saya pulang, si kucing tak ada di rumah. Kata kakak, saat Toto mandi, kucing itu pergi. Sampai siang itu tak kembali. Seharian kami menunggu, namun dia tak kembali

Hari beranjak malam, Toto melarang pintu di tutup. Biarkan aja terbuka, biar tahu kalau si kucing pulang. Namun sampai jam 8 malam si kucing tak pulang.

Entah ke mana kucing itu. Entah apakah ada yang mengambilnya, atau dia mengalami celaka hingga tak kembali, kami tak tahu. Yang pasti Toto merasa paling kehilangan.

Setiap kali papanya mau berangkat, Toto berpesan untuk dicarikan kucing kecil di jalan.

Saat papanya pulang dan bilang nggak menu kucing, Toto nampak kecewa.

Memang tak genap seminggu kucing itu bersama kami. Tapi kehilangan saat lagi sayang sayangnya itu memang nggak enak.

Ambyar.

32 Comments

  1. Totoooo….. I feel you, anak ganteng nan imut.
    Anak Nte Nurul juga piara kucing kampung, nemu dari warung2 ayam geprek deket rumah.
    DIbawa pulang, dirawat, eh…. abis gitu ngilang.

    Ya sudah, kudu ikhlas memang yaaa

  2. Ditinggal saat sedang sayang-sayangnya itu gak enak ya, Mbak. Hiks.

    Untungnya masih sempat ngambil foto si kucing dengan anak-anak. Toto kelihatan menikmati banget main sama si kucing.

  3. Duh, pasti si toto jadi sedih ya mbak. kehilangan kucing yang baru seminggu dirawat eh si kucing malah pergi.

  4. Anak saya udah pingin banget melihara kucing di rumah. Cm blom kesampaian krn blm pinter ngurus.

    Smoga kucingnya Babang bs kembali ya, peluk babang toto…..

    • kami gak piara kucing, sebab kucing2 tetangga demen main ke rumah karena sering kami kasih makan. cukup di luar rumah dan anak dah senang sekali bs main kapanpun sama.kucingnya, kerasan di teras rumah kami

  5. Toto selalu menggemaskan ya Mbak. Lihat Toti pegang kucing, Ya Allah ikut merasakan senangnya. Tapi pas baca kalo kucingnya hilang, ikut merasakaj juga sedihnya. Sabar ya Toto, jangan bersedih lagi.

  6. kasihannya Toto hiks. Semoga bisa kembali. Waktu dulu saya pelihara kucing sewaktu kuliah juga mama sama adik gak berani megang- lama kelamaan malah mereka tidur bareng. Saat kucingnya duah gak ada si mama paling nangis hehe

  7. Hiks..memang ambyar kehilangan saat lagi sayang-sayangnya ya Mbak…duh!
    Semoga segera dapat ganti, ada anak kucing lagi sehingga si Toto hepiiii

  8. Aku dulu pas kecil pernah pelihara kucing beberapa kali .sampe akhirnya kucingku mati di pinggir jalan dan aku nangis terus. Abis itu gak mau pelihara kucing lagi. Memang bener ditinggal pas lagi sayang-sayangnya ituuuu sakit Marimar hehehe..

    Semangat ya buat Toto.. semoga besok dapet binatang peliharaan lagi ya..

  9. Aku merasakan banget kehilangan 2 kucing mbak, huhuhu ditinggal pas sayang-sayangnya itu nyebelin. Wkwkwk. Hampir 2 mingguan tiap pulang dari toko aku menyusuri jalan, memanggil-manggil, kalau ingat nyesek banget

  10. Huaaaa aku baca bagian atasnya terharu karena Toto sayang banget sama ucing kecilnya
    Eh kok makin ke bawah jadinya sedih karena si kucing menghilang
    Hiks hisk… peluk Toto. Sabar ya, Nak

  11. Toto gemesh amat main kucingnya, aku jadi ingin melihara kucing lagi. Tapi begitu baca endingnya jadi ikut sedih ih, si kucing kecil hilang ternyata. Duh, bener mba yang namanya kehilangan itu tetap saja menyakitkan entah objek yang hilang baru sebentar ataupun sudah lama bersama kita 🙁 *ambil tisue gak tahan aku kalau soal kehilangan kucing entah hilang biasa ataupun meninggal

  12. Waduh cerita kucing nya mengharu biru emang kalo mbaudah sayang rasanya jadi galau ya ketika ditinggal pergi ..jd melow sy ….cuma secara pribadi aku geli sama kucing ..bulunya itu lho sama pup nya .hehe

  13. Wah, di rumahku ada banyak kucing. Bukan dipelihara, sih. Mereka suka aja datang mondar-mandir main ke teras. Setiap hari begitu, gonta-ganti. Teras rumah tuh sudah mirip halte kucing deh, hahaha …

    Anak-anak kepengen banget memelihara kucing, dipelihara di dalam rumah. Tapi aku menolak. Duh, nggak mau deh mengurusi kotorannya, hihihi …

    Biarlah seperti sekarang aja. Mereka bebas berkunjung ke teras rumah kami, menikmati hidangan yang ada, lalu pulang lagi ke rumah mereka masing-masing.

  14. Anak saya yg berusia 2 tahun paling gemes sama kucing. Klo ada kucing tetangga, suka dikejar-kejar.

    Ada rencana juga sih buat peliharaan kucing biar anak saya ada temen bermainnya.

  15. Punya kucing di rumah gegara anak-anak. Saya kaget pas pulang kerja tiba-tiba ada kucing di kamar si kecil. Anehnya, kucing itu enggak mau pergi. Sampai kini, hingga sudah melahirkan empat kali, kucing itu masih di rumah. Padahal pernah aku buang jauh dari rumah. Eh, balik lagi…akhirnya sekarang jadi temen akrab…dan tadi malam baru melahirkan 4 anak lagi…Makin banyak deh…

  16. kasihan si toto, sudah memelihara dengan penuh kasih sayang eh ilang atau pergi. sebaiknya cariin kucing yang lain aja mbak agar bisa menjadi pengganti atau bisa juga beli di pasar hewan.

    BeHangat.Com

  17. Jadi pengen punya kucing lagi… Dulu punya kucing karena ada kucing liar yg lagi hamil masuk rumah.. Trus melahirkan didalam rumah.. Rasanya seneng sekali.. Tp ada tetangga yg gk suka sama kucing.. Akhirnya kucing kucing tersebut mati kena racun..

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya