Wisata Edukasi Bhakti Alam Pasuruan

Berfoto di salah satu ikon Bhakti Alam

Trend wisata saat ini adalah kembali ke alam, karena itulah di beberapa daerah banyak areal sawah maupun perkebunan yang di jadikan tempat untuk berwisata. Ada yang menawarkan paket petik buah, paket bercocok tanam, paket mengolah lahan. Apakah ini artinya banyak yang pengen jadi petani?

Salah satu kawasan kebun yang dibuka untuk umum adalah Bhakti Alam yang berada di Kabupaten Pasuruan. Kemarin, saya dan teman-teman kantor berkunjung ke sana.

Keluar dari jalan utama Malang-Pasuruan, kendaraan yang kami tumpangi mulai menuju arah Bhakti Alam. Jalan menuju ke perkebunan itu belum bagus. Banyak jalan berlubang dengan belokan tajam dan naik turun. Untung sopirnya lihai, jadi kami semua aman sampai di tujuan.

Untuk masuk areal perkebunan ini, setiap pengunjung di kenai tarif 50 ribu rupiah. Untuk anak-anak yang tingginya diatas 85 cm, juga dikenakan tarif sama. Dilarang membawa makanan dan minuman ke areal perkebunan.

Pengunjung mendapatkan tiket yang terdiri dari 3 bagian, yaitu untuk naik bus, mendapatkan wellcome drink berupa segelas jus buah serta wisata buah

Karcis masuk, yang satu dah disobek petugas sebelum sempat di foto

Setelah membeli tiket, kami pun masuk ke areal kebun dengan melewati sebuah jembatan kecil. Asyik juga buat berfoto di jembatan ini, bisa foto sendiri maupun rame-rame

Berfoto di jembatan hijau

Setelah itu, tiket untuk naik bus di sobek oleh petugas dan kami dipersilakan naik ke dalam bus. Sepanjang perjalanan, ada petugas yang memandu dan menjelaskan tanaman buah apa saja yang kami lewati. Menurut petugas, ada 30 jenis buah yang ada di areal Bhakti alam.

Sambil nunggu bus penuh, tetep lah foto-fotoΒ 

Di Bhakti alam ini ada 2 pemberhentian, di pemberhentian pertama adalah area green house. Disini disediakan buah untuk tester, gratis. Pas kami ke sana, yang tersedia adalah buah naga. Disini juga pengunjung bisa berfoto-foto di areah tanaman hidroponik, bisa belanja sayuran juga kalau pengen.

Puas lihat-lihat tanaman dan juga berfoto pastinya, perjalanan pun dilanjutkan. Tapi kali ini tidak lagi naik bus, melainkan naik mobil … apa ya namanya? hehe… pokoknya kepalanya pakai kepala traktor.

Sama dengan saat naik bus tadi, ada juga pemandunya disini. Belum lama kami menikmati kendaraan ini, eh sudah sampai di pemberhentian kedua, yaitu pawon jawa, tempat beli aneka jajanan. Disediakan tester minuman yaitu sinom dan beras kencur, ada juga keripik pisang dan keripik singkong.

Tester camilan dan minuman

Bagi yang nggak mau belanja aneka camilan maupun minuman, bisa juga foto-foto di sekitar area sini, karena disediakan juga spot foto kekinian. Karena di malang juga mudah mendapatkan aneka keripik dan camilan lain yang ada disini, kami nggak ada yang belanja disini, numpang beli es lilin aja dan foto-foto.

Puas istirahat disini, kami pun melanjutkan perjalanan. Kali ini naik bus kembali. Kami diturunkan di pemberhentian akhir, yang lokasinya dekat dengan pintu masuk. Di area ini paling banyak spot untuk berfoto, terdapat juga 3D art bagi yang mau berfoto di dalam ruangan.

Kesan saya setelah mengunjungi perkebunan ini?

Bagus, kreatif lah bagi pemiliknya, mampu menangkap peluang dengan menyediakan banyak spot foto kekinian yang instagramable. Cuma tiketnya kemahalan menurut saya. Kalau ke sini memang baiknya membawa anak kecil. Pas kami sampai sana, berbarengan dengan rombongan anak-anak TK, dan mereka melaksanakan outbond disana.

Menurut saya, unsur edukasinya masih kurang. Karena pengunjung cuma diajak berkeliling kebun, penjelasan dari pemandu juga standar aja, semacam “disebelah kiri kita adalah tanaman buah…. sekarang sedang tidak berbuah…” Tanpa dikasih tahu pun, saya juga tahu kalau itu pohon kelengkeng, ini pohon durian.

Di area green house dengan tanaman hidroponiknya sebenarnya menarik kalau ada petugas yang berjaga disana, sehingga pengunjung bisa bertanya-tanya lebih banyak. Lha ini kami dilepas begitu saja sama pemandunya, dengan pengantar “silakan lihat-lihat dan mencicipi buah yang disediakan” sementara dia bergegas pergi bersama bus yang kami tumpangi.

Sebenarnya pengen naik ATV, tapi tengok kanan tengok kiri sampai leher pegal, tak menemukan petugas yang melayani. Ya sudah, akhirnya jalan lagi, cari spot foto lagi.

37 Comments

Add a Comment
  1. nggak takut tuh difoto sama kingkong???

    1. kan kami sudah berteman

  2. Wah, aku yang asalnya dari Pasuruan malah belum pernah ke Bhakti Alam ini hahaha. Bagus juga ya buat pepotoan, bisa belanja2 camilan dan minuman juga. Pengin ke sini deh kapan-kapan, bareng anak2.

    1. hehehe… asalnya pasuruan tapi kan tinggalnya udah jauuuuh….
      Bisa diagendakan ke sini kalau pas mudik mbak

  3. sepertinya keren banget ya mbak tempatnya, sayang banget kalau unsur edukasinya kurang, semoga ntar bisa diperbaiki dan ditingkatkan lagi.

    Suka deh Indonesia sekarang banyak tempat wisata yang lumayan bagus.

    1. Iya mbak, semoga pengelolanya makin melengkapi unsur edukasinya

  4. Budhe saya orang Pasuruan mbak, tiap ke Pasuruan selalu nggak tahan sama panasnya yang nyengat banget. Ternyata ada tempat adem begini yaa di Pasuruan, baru tahu nii. Thanks infonya πŸ™‚

    1. Di bhakti alam juga panas mbak hehehe…. cuma karena banyak tanaman jadi kerasa adem, tapi area berfoto kebanyakan di area terbuka yang panas juga

  5. wah serunya jalan-jalan sama teman satu kantor dan melihat perkebunan hidroponik, murah pula harga per potnya. Plus dapet edukasi, hehehe

    1. iya mbak, mau beli takutnya nggak bisa merawat dan malah mati

  6. Bhakti Alam ini cocok ya Mbak untuk membawa anak-anak piknik. Mereka tidak hanya bersenang-senang tapi juga mengenal alam lebih dekat. Mengenal jenis pohon dan buahnya. Jangankan anak-anak aku juga suka kalau diajak piknik ke tempat seperti ini

    1. hehe iya mbak, cocoknya kalau bawa anak kecil ke sini. Kalau yang dewasa seperti kami ya seneng berfoto-foto aja

  7. Harga tiketnya cukup terjangkau drngan fasilitas yang didapat ya, kak. Ada beberapa spot ketje buat foto-foto, termasuk lukisan 3Dnya πŸ™‚

    Sensasi naik traktor jadi salah satu daya pikatnya …, jarang loh lokasi wisata dilengkapi sarana seperti itu.

    1. iya, mana jalannya naik turun, sempit dan banyak tikungan tajam pula

  8. Lucu banget deh itu yang 3D difoto sama king kong hehehe. Kalau lihat sayurannya kayaknya segar-segar, ya

    1. iya seger, karena di green house jadi perawatannya lebih gampang

  9. iya juga mba lumayan tiketnya 50ribu hahhaha coba di bawah itu masih enak ya mamaknya klo bawa kesini lagi. seru sih bnyk spot instagramable

    1. hihihi kalau sekeluarga + bawa kakek neneknya anak-anak sudah banyak biayanya

  10. tanaman-tanaman hidroponiknya cukup terjangkau ya mak, tapi kalo dibawa ke Jakarta bisa-bisa kering hahahah

    1. hehehe… iya, takutnya sampai rumah malah nggak terawat

  11. padahal seru yaa tapi sayangnya kurang lengkap edukasinya.
    kalau ke sini aku bakal belanja keripik dan sinom deh, seger…

    1. ngemil keripik berteman sinom cocok juga mbak

  12. Ngakak baca tulisannya, tanpa diberitahu juga saya tahu kalo itu pohonnya nggak berbuah. Duh ku jadi ngakak loh.

    Btw, bener sih agak kemahalan tiketnya, kecuali kalo dapat komplimen berupa air mineral. Trus untuk kunjungan juga alangkah baiknya ada pelatihan menanam hidroponik. Pasti makin banyak pengunjungnya. Jadi nggak hanya wisata belanja tapi juga ada edukasi nya gitu

    1. iya, keliling dan kepanasan lumayan bikin haus juga, eh dapetnya segelas kecil jus semangka saja
      *Ngarepnya sih dapat jus durian

  13. sekarang banyak banget yaa mba tempat wisata yg menyediakan tempat foto yg instagramable. jadinya pengunjung makin hepi

    1. iya, makin banyak pengelola tempat wisata yang mengikuti trend dan selera pasar

  14. Wah sayang ya kalau unsur edukasinya kurang memuaskan. Padahal banyak yang bisa diceritakan, misalnya kandungan gizi dan musimnya, seperti sekarang musim buah naga. Kalau penjelasannya menarik, mungkin bakal banyak yg tertarik borong buah dan sayurnya.

    1. nah betul, pemandu itu sebenarnya bisa merangkap jadi marketting juga sebenarnya ya

  15. wah keren nih.
    boleh kapan2 ke sana

    1. boleh…

  16. Wkk…masih baru mungkin mba, jadi penjelasan2nya masih “garing”. Btw, tiketnya mahal ya…lihat bibit2 tanaman doang soalnya

    1. hihihi iya kemahalan buat ukuran mamak-mamak irit kayak saya ini

  17. Waah keren banget bisa wisata di bakti alam, salfok sama lukisannya yg 3 dimensi 😍 i wish someday bisa ke sana juga

    1. aamiin…

  18. Asyik ya di sana banyak wisata alam yang bisa didatangi. Di sini malah jarang lihat sawah mbak, apalagi paket petik buah:)
    Tarif masuk ke Bhakti Alam gak terlalu mahal juga ya udah gitu dapat minuman juga. Wah ada durian besar banget andai bisa di makan πŸ™‚

    1. hehehe… duriannya keras mbak, kulit dan buahnya sama-sama keras

  19. Pingin ngajakain anak kesini, pasti seneng banget dia. harga masuknya juga reasonable ya, 50.000 dan ada tester buah lagi. hmmmm

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis