LombaKu

Asus X555 Membuatku Semakin Produktif sebagai Pengembang Teknologi Pembelajaran

Pengembang teknologi pembelajaran, itulah jabatanku di kantor. Pekerjaan utamaku adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, dengan media teks, gambar, audio, video maupun multimedia. Sedangkan tugas sampinganku adalah mengajar. Mengajar materi yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di kelas. Peserta yang ikut di kelasku  adalah para guru. Guru SD, SMP maupun SMA/SMK yang ingin belajar memanfaatkan laptop mereka untuk membuat proses pembelajaran di kelas lebih menarik. Aku juga harus siap menerima tugas keluar kota berkaitan dengan pekerjaanku ini. Bisa dibilang mobilitasku cukup tinggi.

Aku, kala sedang di dalam kelas

Untuk mengembangkan media pembelajaran kekinian, tentunya aku membutuhkan  perangkat pendukung yang handal. Salah satu perangkat utama yang aku butuhkan adalah laptop. Aku membutuhkan laptop dengan kemampuan grafis  dan juga spesifikasi RAM yang tinggi, untuk keperluan membuat media pembelajaran berbasis multimedia maupun yang berupa animasi.

Aplikasi yang sering aku gunakan adalah Adobe Flash dan Blender untuk membuat animasi. Adobe Photoshop dan CorelDraw untuk desain grafisnya serta Adobe Premiere untuk mengolah Video. Kadang-kadang aku juga menggunakan Adobe Audition untuk mengolah audio. Ini aplikasi kelas ‘berat’ semua. Kalau laptopnya nggak mumpuni, jadi lambat banget kerjanya. Kalau lagi di ruangan sih, aku bisa pakai PC, dengan layar yang lebar dan spesifikasi RAM serta grafis yang tinggi. Tapi kalau lagi di depan kelas, atau di luar daerah, masa harus bawa-bawa PC juga?

Aku juga butuh laptop dengan kualitas audio yang bagus, baik untuk mendengarkan musik, menikmati film maupun memilih efek suara yang akan ditambahkan ke dalam media pembelajaran yang aku buat. Kadang di depan kelas, aku memutar video untuk memotivasi para guru. Jika suara dari laptopku jernih dan menggelegar, tentu akan membuat para peserta makin fokus menatap layar LCD di depan kelas.

Gambar yang bagus dan suara jernih membuat peserta semangat ikut senam

Saat sedang tugas keluar kota, biasanya aku dapat kamar hotel sendirian. Nonton TV malas. Akhirnya, walau di dalam kamar, aku tetap saja membuka laptopku.  Kadang menyelesaikan pekerjaan, kadang main game, kadang nonton film. Kerjanya bukan di meja, melainkan di kasur. Iya, sambil nyandar, kaki selonjor dan laptop ada di pangkuan. Kadang sambil delosoran, tengkurap dengan nyaman sementara laptop nangkring diatas kasur. Kan ada tuh, laptop yang cepet banget panas bagian bawahnya, akan makin kerasa lho kalau laptopnya lagi di pangkuan atau diletakkan diatas kasur. Nah, aku pengen punya laptop yang nggak cepat panas saat di pakai bekerja.

Sebelum memutuskan membeli laptop baru, tentunya aku harus mencari informasi dulu dong, laptop merk dan tipe apa yang kira-kira mendekati keinginanku. Syukur-syukur bisa tepat sesuai keinginan. Nah, setelah menelusuri sekian banyak halaman web, ketemulah aku dengan ASUS X555.

Tampak depan ASUS X555

Tampak depannya elegan banget ya. Kalau dibuka, makin kelihatan kerennya lho.

Desain ASUS X555 ini keren banget

 

Percuma kan desain keren tapi spesifikasinya zonk? jadi aku harus cek juga spesifikasinya. Begitu baca detail spesifikasinya, langsung bergumam dalam hati “pas benget nih dengan yang aku butuhkan”.

  • Prosesor : AMD® Bristol Ridge A12-9720P/A12-9700P/A10-9620P/A10-9600P Processor
  • Memori : DDR4 2133 MHz SDRAM, 4 GB, up to 16 G
  • Display : 15.0″ 16:9 HD (1366×768)
  • Grafis : AMD Radeon™ R8 M435DX dengan Dual Graphics 2GB DDR3 VRAM Terintegrasi FX-9800P
  • Storage : 2.5″ 9.5mm SATA – 1TB HDD 5400 RPM SSD
  • Drive Optik : Super-Multi DVD (On selected models)
  • Card Reader : 2 -in-1 card reader ( SD/ SDHC)
  • Kamera : VGA Web Camera
  • Networking : Terintegrasi 802.11 b/g/n, Built-in Bluetooth™ V4.0 (Optional), 10/100/1000/Gigabits Base T
  • Interface : 1 x COMBO audio jack ; 1 x VGA port/Mini D-sub 15-pin for external monitor; 2 x Type A USB3.0 (USB3.1 GEN1) ; 1 x USB 2.0 port(s); 1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert ; 1 x HDMI
  • Audio : Built-in Speakers And Microphone; ASUS SonicMaster Technology
  • Baterai : 2 Cells 37 Whrs
  • Dimensi : 38.2 x 25.6 x 2.58 cm (WxDxH)
  • Berat : 2.20 kg (dengan baterai cell)

Kok bisa pas ya. Ah, jangan-jangan di pas-pasin aja nih.

Beneran… Emang pas kok. Nggak percaya? Lihat video ini deh.

Masih belum jelas juga setelah lihat videonya? Ok deh, sini aku tuliskan lagi keunggulannya si ASUS X555 ini.

Pertama, ASUS X555 ini dirancang untuk produktivitas dan hiburan. Notebook ASUS X555 didukung oleh Prosesor AMD®untuk performa yang halus dan responsif. Dengan kemampuan grafis yang bagus dan memory controller di bagian dalam yang canggih, membuat X555 ini ideal digunakan untuk kebutuhan komputerisasi sehari-hari atau menonton film dan video.

Pas banget kan, bisa buat kerja, bisa juga buat hiburan. Jadi kala jenuh bekerja, nggak usah jauh-jauh piknik buat cari hiburannya. Cukup duduk manis di depan laptop saja. Layar sebesar 15″ dengan perbandingan lebar dan tinggi adalah 16:9 membuat mata nyaman kala nonton film. Dengan kemampuan grafis yang tinggi, membuat acara main game juga lancar, nggak gampang nge-lag.

Kedua, memiliki teknologi ice cool sehingga membuat telapak tangan tetap nyaman. Notebook ASUS memiliki desain internal yang unik yang dirancang untuk mengatasi masalah terkait panas yang terjadi pada bagian bawah notebook pada umumnya. Teknologi ASUS IceCool menjaga temperatur notebook diantara 28 derajat sampai 35 derajat, hal ini menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan lebih rendah dari temperatur yang dihasilkan oleh tubuh manusia, hal ini membuat pengguna dapat mengetik lebih nyaman walaupun dalam waktu yang lama. Nah, yang ini membuat saya bisa kerja sambil gegoleran di lantai beralas karpet maupun di kasur.

Ketiga, menggunakan baterai Li-polimer yang memiliki ketahanan baterai sampai dengan 2.5 kali lebih kuat dibandingkan baterai Li-Ion silinder. Bahkan setelah diisi ulang hingga ratusan kali, baterai ini tetap dapat menyimpan sampai 80% dari original kapasitasnya. Keunggulan ini pas banget buat saya yang tingkat mobilitasnya tinggi. Jadinya kan nggak perlu ribet cari colokan tiap kali mau menghidupkan laptop. Masuk kelas, taruh laptop diatas meja, langsung hidupkan dan tak lama kemudian kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar. Tak perlu ribet ngolor-olor kabel

Keempat, menggunakan teknologi ASUS Splendid yang dikembangkan oleh tim ASUS Golden Eye. Dengan teknologi ini, pengguna akan memperoleh warna dan temperatur warna yang akurat. Jadi ya, kalau pas ngajar desain grafis, itu kan butuh banget nih mainin warna. Nah, dengan teknologi ini, kita bakal nyaman banget dalam pemilihan warna. Warna primer, sekunder maupun tersier bisa dipilih levelnya. Mulai dari sangat gelap, gelap, agak gelap, agak terang, terang maupun terang sekali hingga mendekati warna putih. Main-main sama CorelDraw jadi makin mengasyikkan.

Kelima, kemudahan akses yang menyerupai smartphone. ASUS X555 memiliki fitur 2-second instant resume, sehingga pengguna dapat berpindah dari sleep mode dan langsung dapat digunakan untuk mengakses internet atau bekerja dengan dokumen dalam  sekejap.

Jadi, kalau pas jam istirahat, nggak perlu matiin laptop, cukup dibuat ke mode sleep aja. Begitu selesai istirahat dan pengen kerja lagi, tinggal buka layarnya dan bisa langsung kerja. Fitur ini juga mendukung banget buat saya dalam hal perpindahan dari ruang kerja ke ruang kelas. Cukup lipat layar laptop, tenteng laptopnya ke kelas, sampai di kelas tinggal buka layar dan bisa langsung menyapa para peserta.

Keenam, Pilihan konektivitas yang banyak. Notebook ASUS X555memiliki fitur USB 3.0, HDMI dan VGA ports, 2-in-1 SD/SDHC card reader, dan pilihan konektivitas lainnya untuk memastikan kompatibilitas yang luas dengan berbagai periferal dan perangkat.

Walau sudah jaman internet dan bisa berbagi file lewat aplikasi cloud, tapi tetap saja banyak peserta yang lebih suka menyalin file dari laptop saya menggunakan flashdisk. Dengan koneksi USB 3.0 yang kecepatannya 10 kali lipat dibanding USB 2.0, maka transfer data dalam ukuran besar sekalipun dapat dilakukan dengan cepat. Jadi para peserta nggak perlu lama ngantri di depan saya. Biasanya nih ya, sudah saya bilang, flashdisk ketua kelas saja yang saya isi materi, nanti yang lain bisa menyalin dari sana. Eh, tetap aja semua pengen flashdisk langsung dapat dari laptop saya.

Ketujuh, kualitas suara yang sangat dalam dan jernih. Sebagian besar notebook hanya memiliki speaker kecil sehingga sering kali kualitas suara yang dihasilkan hanya berasal dari satu sumber dan telah kehilangan kekhasannya. Notebook ASUS X555 memberikan kualitas audio dengan ketepatan yang tinggi karena menggunakan teknologi ASUS SonicMaster and ASUS AudioWizard.

Teknologi SonicMaster digunakan untuk optimalisasi hardware dan software. Perpaduan antara hardware, software, dan proses tuning,  memberikan pengalaman penggunaan audio yang bagus bagi pengguna. Code professional memastikan ketepatan performa audio, amplifier yang telah dioptimalisasi memberikan volume suara yang lebih besar, sementara speaker dan ruang resonansi yang lebih besar memberikan output audio yang lebih kuat dan bass yang lebih dalam. Tambahan proses pengiriman signal membantu proses tuning hardware, menyaring kebisingan, dan meningkatkan kejernihan audio.

Sementara AudioWizard adalah sebuah peranti lunak yang memiliki 5 pre-set audio yang sangat sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dikembangkan oleh Asus Golden Ear Team, membuat pengguna dapat menikmati suara yang lebih hidup baik di musik, film, maupun permainan. Tampilan antarmuka yang sangat mudah digunakan sehingga pengguna dapat mengoptimalisasi dengan hanya sekali sentuh sesuai dengan keinginannya.

Nah, mantap banget kan. Jadi makin pengen segera memiliki laptop ini. Dan mulailah saya corat-coret budget yang harus disiapkan untuk bisa memiliki laptop keren ini.

Ngitung anggaran buat beli laptop

Jika anggarannya sudah tersedia, maka tinggal eksekusi aja. Eh, tapi belinya di mana?

Berhubung saya jarang punya waktu buat jalan-jalan ke toko komputer, mending beli online saja. Karena, ASUS X555 juga dijual di Tokopedia, jadi tinggal cek ke situ deh buat mengetahui ketersediaannya.  Pesan, dan tunggu barangnya sampai di tangan.

Semoga, dengan laptop baru itu, produktivitas saya makin meningkat. Makin banyak media pembelajaran yang bisa dibuat. Makin semangat pula ngajarnya karena laptopnya keren banget. Kan seneng juga kalau ada peserta yang bilang gini “Bu, rendernya kok bisa cepet banget, pakai laptop merk apa sih?”

Lagi ngajar pun masih tetap bisa selfie

12 thoughts on “Asus X555 Membuatku Semakin Produktif sebagai Pengembang Teknologi Pembelajaran

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis