Parenting

Kawal Tumbuh Kembang si Kecil dengan Perlindungan Optimal

Anak Tantrum? Cubit Ibunya

Dalam satu sesi tanya jawab seminar parenting yang pernah saya hadiri, pembicara meminta tolong moderator untuk mencubit seorang ibu yang bertanya bagaimana caranya agar anak tidak tantrum jika meminta sesuatu. Kenapa orang bertanya malah di cubit? Karena menurut pembicara itu, jika anak tantrum maka yang salah adalah kedua orang tuanya. Ada yang salah dalam cara orang tua mendidik anak.

Jika sekali anak merengek/menangis karena menginginkan sesuatu, lantas orang tuanya segera menuruti permintaannya, dengan harapan tangisnya akan mereda, maka si anak akan belajar, bahwa jika menginginkan sesuatu, senjata andalannya adalah menangis. Maka jika di larang, anak akan menaikkan level tangisannya, menambah ulahnya, bisa dengan menjerit, berguling atau bahkan memukul diri sendiri. Sampai keinginannya itu terpenuhi.

Jadi, gimana dong menghadapi anak yang tantrum. Biarkan dia menangis sebentar. Setelah tenang, peluk dia. Ajak bicara baik-baik, dengan lemah lembut. Bahwa pasti ada sebabnya orang tua tak memberikan apa yang diinginkannya. Memang diperlukan hati yang kuat menghadapi anak tantrum, karena sekali orang tua kalah, seterusnya anak akan terus berbuat demikian.

Setiap orang tua pasti mencintai anaknya. Cinta yang utuh dari ayah bunda adalah cinta sejati. Namun wujud cinta itu bukanlah menuruti segala yang diinginkan oleh anak. Berikan yang terbaik dan jadi kebutuhan si kecil, bukan apa yang dia suka.

Dari seminar yang yang saya ikuti itu, saya dapat pengetahuan bahwa bekal perlindungan bagi tumbuh kembang si kecil ada tiga, yaitu cinta ayah dan bunda, nutrisi, stimulasi.

Nutrisi untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Saat usia si kecil menginjak 1 tahun, maka eksplorasinya semakin seru. Secara fisik, dia akan makin aktif bergerak, senang berjalan dan menjelajah tempat baru. Secara kognisi, rasa ingin tahunya semakin besar, sehingga dia senang mengamati, menyentuh, mencoba dan bertanya hal baru. Secara sosial, dia peka terhadap emosi orang-orang disekitarnya, sehingga ia senang memandangi wajah orang lain dan menirukan ekspresinya.

Nah, dalam masa pertumbuhan dan perkembangan inilah, si kecil butuh yang namanya nutrisi perlindungan. Nutrisi perlindungan merupakan nutrisi penentu pertumbuhan yang sehat dan baik pada anak. Nutrisi ini membantu tumbuh kembang otak untuk proses belajar mereka. Untuk pertumbuhan fisiknya, diperlukan protein dan kalsium. Sementara untuk mendukung proses belajarnya, diperlukan minyak ikan, omega 3 dan omega 6.

Gizi seimbang diperlukan dalam tumbuh kembang anak. Gizi seimbang maksudnya, pangan (gizi) dengan jenis dan jumlah yang sesuai dengan yang diperlukan oleh tubuh. Jadi gizi yang diperlukan oleh anak kecil, jumlahnya berbeda dengan yang diperlukan oleh remaja dan juga orang dewasa.

Jika asupan nutrisinya baik, maka daya tubuh anak juga akan baik. Karena 80% sistem daya tahan tubuh ada dalam saluran cerna. Sehingga diperlukan nutrisi yang baik untuk saluran cerna, yaitu :

  • serat pangan
  • bakteri baik, misal lactobacillus rhamnosus
  • vitamin A, C dan E
  • mineral selenium dan zink

Nah, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, berikut ini ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :

  • jadwal makan yang konsisten. Biarkan anak mengenali rasa lapar, jika anak memang belum lapar, janganlah dipaksa untuk makan.
  • berikan jenis makanan yang beragam. Jangan karena anak suka jenis makanan tertentu, tiap hari diberikan makanan itu. Buatlah variasi menu makanan setiap hari
  • jumlah makanan yang sesuai dengan usia anak. Dalam sekali makan, ukuran nasi adalah sekepalan tangan orang yang mengkonsumsinya. Jadi ukuran makan anak kecil adalah sekepalan tangannya, jangan diberikan sekepalan tangan orang dewasa. Sedangkan untuk lauknya, adalah seukuran telapak tangannya.

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis