Mengenal Proses Pembuatan Batik Tulis

Batik, entah berbentuk baju, kain, sarung atau rok, saya yakin Anda memiliki salah satunya. Iya, kini batik telah menjadi busana yang bisa dipakai diacara resmi maupun santai. Aneka macam motif batik bisa dipilih, disesuaikan dengan acara yang dihadiri. Ada dua jenis batik yang beredar di pasaran, yaitu batik tulis dan batik cap. Dalam artikel ini, akan di bahas bagaimana proses pembuatan batik tulis.

proses pembuatan batik tulis
Membuat pola batik tulis

Peralatan yang Dibutuhkan

Sebelum mulai membatik, kita harus menyiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan batik tulis, yaitu :

  • kain mori, sebagai bahan dasar yang akan dilukis menggunakan malam
  • canting, digunakan untuk mengalirkan malam cair diatas kain mori
  • wajan, untuk wadah memanaskan malam
  • malam (lilin), bahan yang digunakan untuk melukis diatas kain mori
  • kompor kecil, untuk memanaskan malam agar meleleh
  • gawangan, biasanya terbuat dari kayu atau bambu, digunakan untuk tempat menyandarkan kain mori yang akan di batik
  • Pewarna kain
proses pembuatan batik
Peralatan membuat batik tulis (sumber jnjbatik)

Proses Pembuatan Batik Tulis

Untuk menghasilkan satu kain batik tulis, bisa memakan waktu berminggu-minggu. Hal ini karena proses pembuatan batik tulis dikerjakan secara manual. Itulah sebabnya, harga kain batik tulis lebih mahal dibandingkan kain batik cap. Berikut ini adalah tahapan dalam proses pembuatan batik tulis.

1. Membuat pola

Langkah pertama adalah membuat pola pada kain mori dengan menggunakan pensil. Pola inilah yang nantinya akan dilukis menggunakan malam. Pembuatan pola ini pun masih manual, yaitu dengan melukis pola menggunakan tangan

pola batik tulis
Pola batik tulis (sumber jnjbatik)

Pembuatan pola ini biasanya dilakukan diatas meja, dibawah kain mori diletakkan kertas minyak yang sudah terlukisi pola. Sehingga pembuat pola di kain mori tinggal menjiplak gambar yang tembus dari pola yang ada di kertas minyak tersebut.

2. Memanaskan malam

Setelah selesai membuat pola, kain mori siap dilukis menggunakan malam. Letakkan malam diatas wajan kecil. Hidupkan kompor, atur apinya agar tak terlalu besar, letakkan wajan diatas kompor. Tunggulah hingga malam mencair. Api kompor harus dijaga agar malam tak terlalu encer (karena terlalu tinggi suhunya), maupun terlalu kental

3. Pembatikan pertama

Setelah malam cukup cair, ambil malam menggunakan canting. Tiup ujung canting untuk menghilangkan udara yang tersisa sehingga malam bisa mengalir lancar. Goreskan ujung canting mengikuti pola yang telah dibuat pada kain mori.

Dalam proses ini, selain mengikuti pola yang sudah ada, perlu kreativitas juga dari pembatik untuk membuat isen. Isen adalah hiasan yang ada di dalam pola, misal membuat garis arsir atau titik-titik pada kelopak bunga ataupun daun, sehingga motif batik makin terisi.

4. Menembok

Menembok adalah proses menutupi kain mori yang nantinya akan dibiarkan polos tanpa warna. Jadi ada bagian dari kain mori yang tidak dilukisi pola, nah jika bagian ini ingin tidak diwarnai, maka harus diblok, ditutup dengan malam. Supaya prosesnya lebih cepat, biasanya ujung canting di beri kapas, supaya malam lebih cepat menyebar ke bagian kain mori.

5. Pencelupan pertama

Setelah dilapisi malam, celupkan kain ke dalam cairan pewarna. Proses pencelupan ini dilakukan secara berulang-ulang, tujuannya adalah untuk mendapatkan tingkat ketebalan warna seperti yang diinginkan. Setelah selesai, jemur kain di atas gawangan

6. Pembatikan kedua

Dari proses pencelupan pertama, setelah kain kering, lakukan proses membatik lagi untuk menambah lapisan warna dan motif. Jadi membatiknya tetap pada pola yang telah ada, pembatikan kedua ini untuk membuat warna dan motif batik lebih tebal

7. Pencelupan kedua

Setelah selesai membatik, celupkan kain ke dalam cairan pewarna kedua. Lakukan secara berulang sampai diperoleh level warna yang diinginkan.

Jumlah pencelupan selama proses membatik bervariasi, tergantung jumlah warna yang Anda inginkan. Bisa cukup dua kali, ada juga yang sampai 5 kali.

8. Menghilangkan malam

Setelah proses pencelupan, masih ada sisa-sisa malam yang menempel di kain mori. Cara menghilangkan malam yang ada di atas kain adalah dengan merebus kain. Setelah itu, jemur batik sampai kering

Demikianlah proses pembuatan batik tulis. Jadi paham kan kenapa harga batik tulis itu mahal? Karena memang proses pembuatannya memerlukan beberapa tahapan dan dilakukan secara manual

41 Comments

  1. Prosesnya sangat panjang ya. Tapi nilai estetikanya tentu lebih tinggi. Saya pakai kain batik sebagai pengganti handuk setelah mandi, kesannya kayak putri2 keraton gitu deh, seneng banget sama batik. Belum punya sih kalau batik tulis, pengen deh beli satuuuu aja, atau pengen buat sendiri juga.

  2. Kalo udah paham betapa ribet/rempongnya bikin batik tulis, dijamin deh, kagak berani nawar harganya hehehehehe πŸ™‚
    Buat yg budget beli kain masih seuprit, ya udin, ikhlasin aja beli batik cap hehehe

  3. Ternyata cukup panjang prosesnya untuk menghasilkan sehelai kain batik, nih … Untuk yg suka beli batik, jangan suka tawar menawar ya … Karena kita sudah mengetahui cara membuatnya sangat sulit dan lama sekali

  4. Proses pembuatan batik perlu waktu dan ketelitian ya mba.
    Hasilnya memang sepadan dgn proses pembuatannya.
    Tidak heran jika batik tulis harus dihargai lebih secara nominal juga ya.

  5. Saya salah satu pecinta batik, tapi belum pernah membatik langsung.

    Mbak, setelah pencelupan pertama, malamnya dihilangkan dulu, baru dilukis dengan malam lagi ya sebelum pencelupan kedua?

  6. Tekniknya ini mirip dengan teknik membatik di Tembi.
    Saya perhatikan, tiap daerah punya cara membatik sendiri. Saat di Purwokerto, caranya sedikit berbeda.
    Yang jelas saya setuju, bahwa batik tulis mahal karena prosesnya.

  7. Belum pernah membatik sendiri tapi pernah liat orang membatik. Bener2 butuh kesabaran gtu sampai polanya bisa rapi. Itulah sebabnya ada batik yang mihil harganya soalnya prosesnya pun rumit dan enggak instan ya

  8. Butuh ketekunan dan kesabaran untuk menghasilkan karya seperti batik tulis ini. Pantas kalau harganya sepadan ya. Tapi memang saat diamati akan nampak beda antara batik tulis dan batik cap atau print. Lebih halus motif dan goresannya.

  9. Proses membatik memang butuh waktu lama. Di Desaku, satu kain batik biasanya memakan waktu 4-5 hari pembuatannya. Meski lama, batik itu punya nilai seni dan estetika sehingga kadang harganya mahal.

  10. Mahal sih batik tulis ini, tapi sebanding juga sama kualitasnya. Jadi kalo dipake ya gak malu-maluin. Sayangnya stoknya biasanya terbatas, karena pembuatannya masih manual seperti diatas.

  11. Wajar aja sih batik punya harga yang lumayan, karena begitu banyak proses yang dilalui apalagi bila dikerjakan secara manual akan lebih bagus lagi hasilnya, kualitasnya tentunya juga harganya

  12. Proses pembuatan batik tulis ternyata sangat panjang. Pantas saja harga batik tulis mahal dibandingkan dgn batik cetak. Tentunya hanya dapat dikerjakan oleh orang yang sudah ahli dan memiliki jiwa seni, agar hasilnya dapat lebih menarik dan memiliki sentuhan tersendiri..

    • iya, dengan rajin berlatih pasti bisa kok.
      Kalau anak-anak kecil dikampung saya belajar batik dengan cara nerusi, yaitu menjiplak dibalik kain mori yang sudah dibatik

  13. Dan yang tersulit bagi saya adalah pas proses membatiknya. Kadang malamnya suka netes di tempat yg salah. Trus kalo posisinya salah bisa ga tembus ke bagian belakang kain. Heuheu

  14. jadi inget alm eyang, rasanya semua batik yang dulu pernah dia punya adalah batik tulis. seharusnya membatik dijadikan salah satu eskul atau muatan lokal di sekolah. pasti seru tuh.

  15. Hehehe iya juga ya, di rumah banyaknya batik berbentuk kain sarung, kalau baju adalah 2 punyaku. Itupun udah jarang dipakai karena mulai engap (aku harus diet) *eh OOT.
    .
    Terima kasih mba, aku jadi tahu sekarang nama kain yang dipakai untuk membatik itu adalah kain mori dan kayu untuk tempat melukis batik namanya gawangan. Prosesnya panjang banget ya ternyata pembuatan batik tulis ini. Pantes aja harganya lebih mahal.

  16. Makin halus pengerjaannya makin mahal. Apalagi yang banyak titik-titik (cecek) dan kalau dibolak-balik sama, jadi engga bias bedain mana yang bagian luar atau dalam…itu mahal bangeeeet. Makanya suka sayang kain batik yang digunting jadi baju. Udah biarin aja jadi kain…

  17. Entah karena tak berbakat atau memanv tak kreatif, saya nggak pernah sukses membatik meski hanya disuruh batikin topeng dulu waktu di Jogja. Susah banget pakai cantingnya atau apa gitu namanya yang alat untuk membatik itu.

  18. Wah kalau dilihat prosesnya yg rumit pantes ya harga batik tulis mahal dan hebatnya batik tulis itu awet ya sampe ratusan tahun ..koleksi dari eyang saya membuktikan itu batik utuh dan ga pudar warnanya…mantap memang batik tulis itu ya kak

  19. Wahh iya nie seru kalau membatik, perlu kesabaran dan ketelatenan, pernah sempat coba di museum batik wkwk tapi aku jarang banget punya baju batik wkwk hanya beberapa itu juga karena satu hari di kantor ada pakai batik

  20. Saya jadi ingat nasihat Pa Hatta Rajasa dulu pas beliau masih jadi menteri dan ada pameran UMKM di Smesco. Beliau bilang, “Jangan menawar harga batik tulis.” Di sana ada harga seni, harga keringat, harga karya, dan harga waktu dari pengrajinnya yg patut kita hargai. Melihat proses pembuatan saja sudah ribet ya mbaaa. Beda cerita kalo batiknya batik print. Hihihi

  21. Selama ini cuman tau beli sama pakai batik tulis. Ternyata prosesnya lama dan cukup ribet buat yg awan ya kak. Pantesan aja harganya mayan tinggi. Sepadan lah sama proses pembuatannya

  22. Saya sangat menyukai batik meski koleksi batik saya masih sedikit. Waktu kuliah dulu, temen kost saya kuliah di jurusan seni kriya. Dia pernah praktik membatik tulis di kost. Sayang waktu itu saya hanya mengamatinya, tidak mencoba ikut praktik. Kayaknya seru ya kalo praktik langsung.

  23. Harus bener-bener bakat nih utk melukis batik. Gambar polanya juga harus rapi utk hasil yang bagus. Itu utk ngilangin malam, kainnya direbus berapa lama ya kiranya? Apa gak rusak kainnya??

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya