Catatan Kecil Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Serba Serbi Ujian bagi Guru

Demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, maka kualitas SDM harus ditingkatkan terlebih dahulu. Salah satu upayanya adalah meningkatkan kualitas para guru. Guru diberikan pelatihan, selesai pelatihan mereka di uji. Jadi jangan dikira kalau sudah jadi guru terus nggak belajar ya… Justru dengan menjadi guru itulah kesempatan terbuka luas untuk terus belajar.

Dua bulan ini saya kembali “ngider” wilayah Jawa Timur, diberi tugas untuk menguji para Guru yang sudah selesai menjalani pelatihan selama kurang lebih 1 tahun lamanya, dalam program keahlian ganda. Program keahlian ganda sendiri adalah program dari pemerintah untuk alih fungsi bagi guru. Jadi, guru-guru normatif dan adaptif di SMK diberi pelatihan supaya bisa menjadi guru produktif.

(more…)

Kala Para Emak Menjadi Duta

Emak menjadi duta? Duta apaan?

Yang pasti bukan Duta Sheila on 7.

Jadi duta apaan? Duta belanja irit gitukah?

Hahaha…. emang cocok sih, tapi bukan itu. Kali ini para emak jadi duta produk susu. Namanya juga keren : Bunda Mombassador SGM Eksplor.

Bunda Mombassador SGM Eksplor adalah komunitas bunda-bunda SGM Eksplor terpilih. Nah tahun ini ada 92 bunda terpilih diantara sekitar 600 orang yang mendaftar. 92 bunda terpilih ini, dapat undangan ke Jogja untuk berkumpul dan mendapatkan pelatihan dan edukasi. Para bunda ini memiliki misi nutrisi untuk bangsa.  Keren kan?

Selain itu, program ini juga diharapkan bisa memacu para emak untuk dapat mengembangkan socialpreneur dan pemberdayaan bagi para Bunda lain di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Berawal dari perbaikan nutrisi dalam keluarga, menyampaikan ke masyarakat sekitarnya, berkembang ke lingkungan yang lebih besar lagi hingga akhirnya bisa menjadi bunda inspirasi untuk bangsa. Mulia bukan misinya? Karena para emak adalah makhluk mulia, maka mengemban misi yang mulia pula.

(more…)

Bocah Lelaki 8 Tahun itu …

Bocah lelaki 8 tahun itu … kini lebih suka mengurung diri di kamar. Membaca dan main game. Malah sudah request pengen punya rak buku sendiri di kamarnya. Dengan alasan, biar nggak bolak-balik keluar masuk kamar untuk mengambil dan mengembalikan buku yang dibacanya.

Bocah lelaki 8 tahun itu… mulai sering mengajari mamanya untuk irit. Mamanya disuruh buat daftar belanja kalau mau pergi belanja. Mamanya dilarang membuang barang-barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan. Bahkan, dibelikan sandal baru pun dia nggak mau pakai, gara-gara sandal lamanya masih bagus dan masih bisa dipakai. Ini gara-gara banyak baca komik Keluarga Super Irit. Si bocah jadi kreatif setiap kali melihat kardus atau botol bekas. Ambil gunting, bawa kardus/botol ke kamar. Beberapa saat kemudian dia keluar kamar sambil menunjukkan hasil karyanya.

(more…)

Bocah Perempuan 7 Tahun itu….

Bocah perempuan 7 tahun itu… mulai rajin sholat di Masjid. Setiap ada kumandang adzan segera menghentikan aktivitasnya, bergegas ke belakang mengambil mukenanya, lalu ┬áberteriak bilang “Aku ke Masjid ya, Ma” sambil berlari menuju Masjid yang letaknya di seberang jalan. Bahkan, saking pengennya jamaah di Masjid, kalau hari sabtu saya ajak keluar, dia selalu bilang nggak mau kalau pulangnya diatas jam 12. Takut nggak kebagian sholat dhuhur berjamaah.

(more…)

Bayi 10 Bulan itu ….

Bayi 10 bulan itu… Sekarang sudah dapat duduk dengan tegak. Masih suka merayap (klo orang malang bilang ngadal) untuk berpindah, bergerak ke arah mama atau kakaknya. Sudah kuat menopang tubuh dengan kedua tangan dan kedua lututnya, namun belum berani untuk bergerak maju merangkak.

Bayi 10 bulan itu … Sekarang sedang senang bertepuk tangan sambil ketawa-ketawa. Sudah dapat melambaikan kedua tangan jika kedua orang tuanya hendak pergi sambil bilang “dada….”. Sudah bisa diajak salaman dan mencium tangan orang yang mengajak bersalaman. Sudah bisa diajak bermain ciluk ba.

(more…)

Belajar dari Komik, Emang Bisa?

Jaman kuliah dulu, saya memimpikan ada “diktat kuliah Naruto” maksudnya diktat kuliah yang enak di baca, tidak membosankan, bikin penasaran kalau bacanya kepotong ditengah jalan. Harus di baca sampai tuntas tas, mudah dipahami dan tetap ada diingatan walau diktatnya sudah ditutup. Yah, semacam baca komik Naruto, nggak akan diletakkan kalau belum selesai. Penasaran dan nggak sabar nunggu seri selanjutnya.

Dan ternyata, kini jamannya anak-anak yang mengalami. Bukan buku sekolah, bukan diktat kuliah, tapi benar-benar komik. Lebih tepatnya edukomik. Komik yang banyak memuat pelajaran di dalamnya. Komik-komik ini kini menjadi salah satu sumber belajar mereka. Setiap satu komik membahas tema tertentu. Komik ini penulis dan ilustratornya orang korea selatan. Setiap tema bisa jadi ditulis oleh orang yang berbeda.

(more…)

Kala Si Bocah Melek Internet

Satria dan Nayla sudah mulai menggunakan internet sebagai salah satu sumber belajarnya. Andalannya adalah “OK Google …” setiap kali mencari informasi yang mereka inginkan. Suatu kali, saya minta mereka mengetikkan kata babang dan dedek di mesin pencari. Kagetlah mereka karena menemukan beberapa foto mereka di internet. Bagaimana bisa google mendapatkan foto-foto mereka? Apa google minta foto itu ke mamanya?

Berawal dari kejadian ini, saya kenalkanlah blog ini ke mereka. Antusias mereka membaca. Kadang terlihat serius, kadang cekikikan berdua. Oh, rupanya mereka jadi teringat beberapa kelakuan mereka waktu masih kecil dulu. Sekarang juga masih kecil sih hehehe…. Setiap kali ada kesempatan, Satria jadi sering mengunjungi blog ini, membaca-baca lagi kisah tentang mereka berdua yag banyak dituliskan oleh mamanya.

Kadang anak-anak seolah tak percaya bahwa mereka dulu pernah seperti yang saya tuliskan. Kadang mereka protes kenapa saya tulis, kan mereka jadi malu. Kadang juga protes kenapa foto yang ini atau itu yang di pajang. Jadi sekarang, saya selalu bertanya kalau mau pajang foto mereka di medsos. Kalau mereka OK, baru deh saya upload.

(more…)

Sunyi yang Mencurigakan

Suatu sore saya sedang mencoba asyik di depan laptop sambil memangku Okto. Sementara kedua kakaknya bermain di halaman. Mereka main petak umpet dan berkejar-kejaran. Lepas suara tawa mereka, membuat saya tak perlu bolak-balik keluar rumah untuk menengok keberadaan mereka. Jika terdengar suara tawa, berarti mereka masih di areal halaman rumah.

Mendadak suara tawa mereka berhenti. Lalu Satria masuk rumah dan duduk di dekat saya. Sementara Nayla berlalu begitu saja, masuk ke ruang tengah. Hmm… kok begini akhir permainan mereka. Mungkinkah mereka bertengkar?

(more…)

Mengajarkan Perbedaan Sejak Dini

Suatu malam, kami bersilaturahmi ke rumah saudara. Pas sampai di sana, sudah ada juga beberapa tamu yang sudah duluan sampai. Usai bersalaman dengan tuan rumah dan beberapa tamu, saya dan anak-anak masuk ke ruang tengah, sementara suami di teras bersama tuan rumah dan tamu lelaki. Jadi, para lelaki ngobrol di teras. Sementara para perempuan dan anak-anak di ruang tengah. Nyonya rumah, kadang ke teras, kadang juga di ruang tengah menemani kami mengobrol.

Sepulang dari rumah saudara itu, karena belum ngantuk, kami pun bersantai di rumah. Suami dan Satria berkolaborasi main game di tablet. Sementara Nayla bermanja-manja di pelukan saya sambil bertanya ini itu. Lalu obrolan kamipun menjadi sedikit lebih serius.

(more…)

Ternyata Mudah Mengajak Anak Berpuasa

IMG_20170328_164047

Jalan-jalan di pagi hari hari, walau puasa tetap semangat

Memasuki hari ke 13 ramadhan, alhamdulillah Satria dan Nayla puasanya nggak pernah bolong, bisa tuntas sampai maghrib. Bahkan saat saya tinggal tugas keluar kota pun, mereka tetap semangat berpuasa. Alhamdulillah…

Nggak ada drama sama sekali?

Ada lah. Siang-siang terkadang bocah-bocah bilang “Ma, aku lapar”… “Aku mau cepat maghrib”… “Aku mau makan”. Biasanya saja jawab, sebentar lagi maghrib. Semangat yaa… kan mau dapat pahala.

Drama kedua, emaknya ini harus ekstra sabar saat membangunkan untuk makan sahur. Bocah-bocah mesti di peluk-peluk, diciumi, dibisiki suruh bangun. Kadang setiap lima menit harus membangunkan. Sudah dua kali Satria nggak mau bangun makan sahur. Alhamdulillah walau tak makan sahur, tetap kuat puasa sampai maghrib.

(more…)