Catatan Kecil Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Ajarkan Lelakimu Pekerjaan Rumah Tangga

img_20170124_2051391

-Babang lagi asyik menikmati tugasnya mencuci piring-

Sekarang ini, tugas yang paling disukai oleh babang adalah mencuci piring. Biasanya dia akan mulai aksinya mencuci piring pada malam hari, setelah selesai makan malam. Dia sendiri yang mendeklarasikan bahwa mencuci piring saat malam itu adalah “pekerjaan paruh waktu” buat dia. Bagaimana dengan saat siang? Berhubung punya bayi lagi, kalau siang ada ART di rumah. Jadi kegiatan cuci piring, ART yang melakukan.

(more…)

Wisata Sejarah ke Candi Penataran

img_20160723_120846

Puas jalan-jalan ke kampung coklat, perjalanan kami lanjutkan ke Candi Penataran yang terletak di desa Penataran Kecamatan Nglegok, Blitar. Gersang dan panas, begitulah yang kami┬árasakan saat sampai di sana. Apalagi memang pas menjelang tengah hari. Tidak banyak pengunjung yang ada di sana. Sebelum masuk kompleks candi, kami mengisi buku tamu. Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk tiket masuk. Jika tak keberatan, pengunjung bisa mengisi “kotak amal” yang disediakan di samping buku tamu. Seikhlasnya.

(more…)

Tolong Jangan Jerumuskan Anakmu, Mas

Kemarin, saya dihubungi oleh kakak sepupu saya. Usia kami selisih jauh. Anaknya tahun ini lulus SMA. Dia menghubungi saya untuk meminta pertimbangan, sebaiknya anaknya nanti setelah lulus dari pondok, kuliah di mana dan jurusan apa. Tentu saja susah saya menjawabnya, tanpa tahu latar belakang si anak bagaimana. Minatnya di bidang apa. Tak ada informasi. Si anak saat ini ada di pondok pesantren yang cukup terkenal di Ponorogo. Jadi kakak sepupu saya dan anaknya itu pun jarang berinteraksi.

(more…)

Bagaimana Membuat Anak Kecanduan Bacaan?

babang-baca
Suatu kali saya pernah posting gambar babang yang sedang makan sambil membaca buku, dengan keterangan :

Orang kalau sudah asyik biasanya nggak mau di ganggu. Apalagi klo sudah larut asyik baca buku, nggak enak banget kalau harus berhenti padahal belum sampai di halaman terakhir. Alhasil makan pun matanya tetap menatap buku.

*Bocah ini seharian belum makan. Asyik aja dengan setumpuk bacaan. Emaknya maksa dia buat makan. Dia mau makan dengan syarat tetap sambil baca. Ya sudahlah. Yang penting mau makan.

(more…)

Ketiga

img_20161005_1958341

4 Oktober 2016, Alhamdulillah bayiku terlahir dengan selamat, melalui proses persalinan yang lancar. Anak ketiga, melengkapi kebahagiaan kami. Bayi yang menurut perkiraan bidan akan lahir tanggal 12 Oktober, namun ternyata maju seminggu dari perkiraan. Untunglah semua persiapan untuk menyambutnya sudah siap, jadi walaupun maju, kami tidak terlalu kelabakan.

(more…)

Kawal Tumbuh Kembang si Kecil dengan Perlindungan Optimal

Anak Tantrum? Cubit Ibunya

Dalam satu sesi tanya jawab seminar parenting yang pernah saya hadiri, pembicara meminta tolong moderator untuk mencubit seorang ibu yang bertanya bagaimana caranya agar anak tidak tantrum jika meminta sesuatu. Kenapa orang bertanya malah di cubit? Karena menurut pembicara itu, jika anak tantrum maka yang salah adalah kedua orang tuanya. Ada yang salah dalam cara orang tua mendidik anak.

Jika sekali anak merengek/menangis karena menginginkan sesuatu, lantas orang tuanya segera menuruti permintaannya, dengan harapan tangisnya akan mereda, maka si anak akan belajar, bahwa jika menginginkan sesuatu, senjata andalannya adalah menangis. Maka jika di larang, anak akan menaikkan level tangisannya, menambah ulahnya, bisa dengan menjerit, berguling atau bahkan memukul diri sendiri. Sampai keinginannya itu terpenuhi.

(more…)

[Trip] Ayam Penyet Pak Tjomot, Makassar

Ke Makassar kok bukannya makan coto, malah makan ayam penyet? Ayam penyet di Malang juga banyak, bikin sendiri di rumah juga bisa. Begitu kali ya, tanggapan spontan kalau saya bilang di Makassar kemarin, saya bukannya menikmati coto tapi malah ayam penyet. Tapi sebelum menanggapi, baiknya baca kisahnya dulu. Pasti ada dong penyebabnya kenapa saya malah makan ayam penyet di Makassar.

Jadi begini. Pas malam tahun baru Imlek kemarin, kan saya kebetulan ada tugas di Makassar. Karena ada miskomunikasi antara pimpinan saya dan pihak pengundang, sehingga saya nggak dapat fasilitas makan selama di sana. Cuma dapat sarapan aja, karena memang fasilitas dari hotel. Jadilah, saya harus cari makan sendiri. kebetulan saya diinapkan di Same hotel, yang letaknya tidak jauh dari Pantai Losari. Jadi timbullah keinginan untuk makan malam di tepi pantai.

(more…)

Pakai Baju Apa Hari ini?

Awal bulan ini saya banyak nemu status yang sama dari teman-teman kantor. Status FB, WA dan juga BBM, intinya adalah kegalauan, bahwa sekarang ini, mau pergi ke kantor aja harus mikir pakai baju apa. Ini gara-gara sudah resmi ada surat edaran dari pimpinan yang mengatur tentang penggunaan seragam

pengumuman

Ketentuan ini mulai diberlakukan 1 februari kemarin. Jadi senin, sudah banyak yang pakai baju putih. Saya sih belum, karena saya baru tahu pengumumannya pas hari senin itu. Terus hari selasa, banyak juga yang memakai baju adat. Saya? belum juga. Karena nggak punya. Tapi Rabu ini saya pasti pakai batik lah

madura

Beberapa teman kantor yang mengenakan pakaian adat pada hari selasa

Beberapa teman kantor yang mengenakan pakaian adat pada hari selasa

Sebenarnya, dari awal tahun ini, saya sudah dapat kiriman gambar teman-teman di instansi lain, dibawah kemdikbud. Gambar-gambar mereka pakai seragam putih saat ke kantor. Kalau pas keluar kantor di jam kantor juga sering papasan dengan orang yang mengenakan baju putih.

Karena biasanya, orang-orang di instansi saya ini selalu menolak yang namanya seragam, jadi saya ya tenang-tenang saja. Walau sudah tahu bahwa ada instruksi dari pusat bahwa ada pengaturan pakaian seragam kerja. Tapi sekarang, karena pimpinan di instansi sudah meneruskan instruksi dari pusat dengan membuat edaran pengaturan penggunaan seragam, mau tak mau, saya pun harus mematuhinya.

Baju putih jaman prajabatan dulu masih ada, tapi sudah nggak muat lagi dipakai. Jadilah kemarin saya harus belanja baju putih. Baju adat? Punya sarung songket dari palembang dan bengkulu. Selama ini tersimpan rapi dilemari. Jadi kini waktunya simpanan kain itu dikeluarkan.

Baju kebaya? Cuma punya kebaya satu, belum dicoba masih muat atau tidak. Jadi sepertinya harus cari juga nih.

Pro kontra pasti ada dong. Kalau kebayaan, kan malah jadi ribet. Pergerakannya lambat. Yang lelaki juga kalau harus pakai jarik nggak bisa tangkas trengginas, padahal kerjanya di bengkel. Masa iya, bongkar mesin mobil pakai surjan? Masa iya masah kayu pakai jarit?

Terlepas dari pro dan kontra, pimpinan sudah menentukan, bawahan ya tinggal sendiko dhawuh saja.