WisataKu

4 Aktivitas Seru di Kawasan Gunung Bromo

Kala masih lajang dulu, saya suka mendaki gunung. Kegiatan mendaki gunung biasanya saya lakukan saat selesai ujian semester. Setelah penat berkutat dengan diktat kuliah, rumus dan juga hapalan, mendaki gunung bisa menjadi alternatif refreshing yang menyenangkan. Walau memang sih, usai mendaki bakal berurusan dengan kaki dan juga punggung yang pegal.

Setelah berkeluarga dan memiliki anak, aktivitas mendaki jadi stop total. Walaupun tetap ada dong keinginan untuk bisa menikmati lagi rasa puas kala sampai dipuncak gunung. Karena sudah punya anak, pengennya pas mendaki gunung juga bersama anak-anak, sekalian mengenalkan pada mereka untuk mencintai lingkungan dan menikmati keindahan alam Indonesia. Berhubung membawa anak, maka dipilihlah track pendakian yang mudah, nanti kalau mereka sudah dewasa, baru deh dikenalkan pada track pendakian yang agak susah. Setelah sukses mengajak anak-anak ke Gunung Kelud, maka target berikutnya adalah membawa mereka ke Bromo.

Bromo, gunung yang terkenal dengan pemandangan alam, lautan pasir, adat dan budaya suku tengger, serta kawah yang masih aktif, semakin menambah pesona Gunung Bromo, baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan luar negeri. Ada tiga pintu masuk menuju Gunung Bromo, yakni melewati Ngadisari – Probolinggo, Tosari – Pasuruan, dan Ngadas – Kabupaten Malang.

Karena di Pasuruan dan Probolinggo belum ada Bandara, maka lebih banyak wisatawan yang memilih berkunjung ke Bromo lewat Malang. Selain menggunakan pesawat, wisatawan juga bisa ke Malang dengan menggunakan kereta api maupun bus. Tempat menginap juga banyak di Malang, jadi tak perlu khawatir untuk urusan penginapan selama transit di Malang.

Dari penginapan di Malang, wisatawan bisa naik angkot menuju arah Tumpang. Dari Tumpang, barulah menyewa mobil hardtop menuju Gunung Bromo.

Apa saja yang bisa dilakukan di Bromo? Saya ada rekomendasi 4 aktivitas seru yang bisa dilakukan di Gunung Bromo

Pertama, Mendaki kawah Bromo

Kawah Bromo bisa terlihat dengan jelas dari puncak Gunung Bromo. Untuk mendaki ke puncak Gunung Bromo, telah tersedia 250 anak tangga, sehingga memudahkan wisatawan untuk bisa sampai ke puncak. Untuk menuju dasar anak tangga ini, wisatawan harus berjalan kaki sekitar 2,5 km dari titik pemberhentian jeep.

Kawah Bromo, sumber gambar dari pixabay

Kedua, Mengunjungi Pura Luhur Poten

Pura Luhur Poten berdiri tahun 2000 di kawasan lautan pasir Bromo. Arsitekturnya merupakan percampuran dari budaya Jawa dan Bali yang sangat kental dengan nuansa agama Hindu. Pura ini menjadi tempat pemujaan Dewa Brohmo (Dewa Brahma), yang menjadi manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Sang Pencipta.

Pura Luhur Poten, sumber gambar dari flickr

Ketiga, Menikmati Sabana tropis

Gunung Bromo juga memiliki padang rumput yang luas, yang terletak di sebelah selatan kawah Gunung Bromo. Hamparan padang rumput yang hijau dan perbukitan yang berjajar indah dan dipenuhi rerumputan hijau, menjadi pemandangan yang sayang untuk dilewatkan.

Sabana Bromo, sumber gambar dari pixabay

Keempat, Menyaksikan upacara Kasada

Upacara Kasada merupakan upacara adat Suku Tengger yang menempati daerah Gunung Bromo. Upacara ini merupakan ritual tahunan yang dilaksanakan di kawah Bromo. Pada malam ke-14 Bulan Kasada Masyarakat Tengger penganut agama Hindu berbondong-bondong menuju puncak Kawah Gunung Bromo, dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai hasil pertanian, ternak dan sebagainya.

Upacara Kasada, sumber gambar dari jatimnews

Nah, itulah 4 aktivitas seru yang bisa dilakukan kala berkunjung ke Gunung Bromo. Biasanya sih, orang-orang pergi ke Gunung Bromo bersama rombongan. Tapi tidak menutup kemungkinan bagi yang suka solo travelling untuk pergi ke sana. Di jaman internet begini, mudah saja bagi yang ingin melakukan solo travelling bepergian ke tempat-tempat yang di kehendaki. Salah satunya dengan memanfaatkan penawaran paket  wisata Gunung Bromo yang diberikan oleh Traveloka.

13 thoughts on “4 Aktivitas Seru di Kawasan Gunung Bromo

  1. Kalo gak salah, ada bukit Teletubbies juga kan ya?? CMIIW. kayak teman saya, sebelum married, hobi banget naik gunung, tapi sesudah berkeluarga, aktivitas naik gunung langsung stop. Pengennya juga bawa anak-anak ikutan, tapi gak tega katanya. Gimana gak tega, lah Wong masih bayi, wkwkwkwk

    1. iya bukit teletubbies ada di kawasan sabana.
      lebih enak naik gunung gendong ransel daripada gendong bayi. Capek gendong ransel, bisalah ditaruh dulu sembarang tempat, kalau capek gendong bayi nggak bisa sembarangan main taruh aja

  2. InsyaAllah tgl 25 26 januari ini mau ke bromo lagi utk kedua kalinya. Kali ini sambil bawa ibunya para krucil dan krucil krucilnya..

    Btw bawa bocil saat wisata sunrise bromo aman kan ya?

  3. Aku juga waktu kuliah sering naik gunung. Setelah punya anak vakum sekitar hampir 6 tahun ini. Ke Bromo meskipun nggak naik gunung terlalu berat, tapi suasananya dapat ya. Ditambah bisa menemukan aktivitas seru lainnya.

  4. udah lama banget pengen ke gunung bromo masih belum kesampean sampe sekarang, semoga tahun 2019 ini terealisasi hehe

  5. Ke Bromo 7 tahun lalu. Sudah naik tangga berapa gitu, anak sulungku (8 tahun) megap-megap susah napas, dia ada asma.
    Jadilah aku turun lagi, sementara suami gendong anak bungsuku (3 tahun) sampai ke bibir kawah.
    Keknya musti ke sana lagi karena dulu kami paginya buru-buru turun ngejar waktu mau ke Surabaya dan Madura lanjut balik Jakarta. Jadi belum eksplor sekeliling Bromo kami:)

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis