Teknologi

Akhirnya Aku Punya Laptop Baru, Asus A407 UF

Sudah 4 bulan ini, saya menggunakan laptop baru, ASUS A407 UF. Alhamdulillah dapat membeli dari kantong sendiri. Karena menunggu pengadaan dari kantor, tak kunjung juga disetujui. Sementara laptop lama, yang sudah 5 tahun menemani saya, sudah mulai lelah. Baterai mati, card wifi tak berfungsi. Padahal kerjaan saya sering berpindah-pindah. Jadi mesti cari tempat duduk yang dekat colokan dan harus tethering pakai kabel ke hp. Sungguh tak praktis.

Pertengahan Mei 2019, saya mendapat tugas ke Bandung, mewakili pimpinan menghadiri sebuah seminar. Alokasi waktunya adalah 3 hari. Saya sudah pesan tiket pp sekalian dengan pesawat, Surabaya-Bandung. Karena cuma jadi peserta seminar, saya memilih tak membawa laptop. Biar bawaan ringkas. Cukup 1 tas ransel saja untuk perjalanan 3 hari.

Saat registrasi acara, penerima tamu menanyakan, kapan rencana saya pulang. Berkaitan dengan Surat perintah perjalanan dinas (SPPD) yang harus saya bawa kembali ke Malang. Karena perjalanan saya ini dibiayai kantor, jadi saya harus bawa SPPD yang ditandatangani dan di stempel di lokasi tujuan. Saya bilang sesuai jadwal, di hari ketiga saya akan kembali ke Malang. Si penerima tamu tampak kaget, tapi tak mengatakan apa-apa berkaitan dengan jumlah hari ini. Dia hanya mengatakan, bahwa untuk tamu undangan kayak saya ini, tidak disediakan penginapan. Sementara untuk peserta biasa, para guru, disediakan penginapan. Tak masalah, toh penginapan nanti di cover dari kantor.

Sesi pembukaan seminar terlewati. Para tamu undangan duduk di deretan depan. Di kursi sudah ada tempelan nama instansinya, jadi kursi itu untuk pimpinan instansi. Saya, yang mewakili pimpinan instansi, merasa nggak nyaman duduk di kursi itu, jadi memilih agak dibelakang saja, berbaur dengan peserta biasa.

Usai istirahat siang, saya kembali ke ruangan. Tempelan nama instansi di kursi deretan depan sudah diambil. Jadi peserta boleh duduk di mana saja. Para pimpinan instansi yang diundang, sudah tidak ada di ruangan. Saya mengikuti sesi siang ini sampai selesai. Ke mana kah para pimpinan itu?

Saat break sore, saya iseng ke meja pendaftaran lagi. Menanyakan SPPD saya, sambil nanya ke mana para tamu undangan, kok tidak bergabung dengan peserta lain, apakah ada agenda khusus buat tamu undangan. Saya menanyakan ini karena kan saya mewakili pimpinan, nanti pas pulang pasti dimintai laporan, tentu saja saya nggak mau ketinggalan informasi penting.

Mbak yang berjaga di meja pendaftaran mengatakan bahwa para tamu undangan sudah pulang. Jadi para tamu undangan itu hanya datang di acara pembukaan saja. Oooo, saya lalu teringat bahwa si mbak ini kaget waktu saya bilang akan pulang di hari ketiga. Mungkin dalam hatinya dia bilang “tumben mau hadir sampai 3 hari”. Ternyata oh ternyata…. Saya yang nggak paham bagaimana para pejabat bekerja.

Baiklah, tiket sudah di beli pp. Mau direschedule, males ngurusnya. Kamar sudah di pesan pula.

Baiklah, nikmati saja waktu 3 hari di Bandung.

Hari kedua, pagi saya tetap datang ke lokasi seminar. Ikut kegiatan hingga istirahat siang. Pas istirahat, barulah saya kabur. Niatnya mau ke BEC, cari laptop. Tapi seorang teman yang domisili Bandung menyarankan saya untuk ke Jaya Plaza saja, harganya lebih murah.

Berbekal aplikasi ojol, meluncurlah saya ke jaya plaza.

Sampai sana, kok bangunannya gini amat ya. Kayak nggak terawat gitu, beda sama BEC. Tapi sudah kadung sampai, saya masuk saja.

Banyak gerai handphone dan laptop yang saya lewati, semua penjaganya menawarkan buat mampir dan lihat-lihat dulu. Tapi saya terus saja melaju, hingga akhirnya berhenti di gerai yang jualannya laptop ASUS semua. Mata saya langsung terpaku pada salah satu laptop yang di pajang, ASUS A407 UF.

spesifikasi ASUS A707 UF

Bertanyalah saya berapa harganya. Si penjualnya malah balik bertanya, saya beli laptop penggunaannya mau buat apa. Baru kali ini, saya tanya harga, bukannya disebutkan harganya, malah balik ditanyai.

Saya pun pura-pura bego aja, balik bertanya lagi, emang kenapa dengan penggunaan laptop, apakah mempengaruhi harga?

Penjualnya lalu menjelaskan, kalau cuma buat kerja biasa, administrasi gitu, dia merekomendasikan laptop seharga 3 jutaan. Kalau buat anak kuliahan yang jurusan desain grafis, dia merekomendasikan yang harga 5 jutaan. Sementara laptop yang saya incar itu harganya 8 jutaan.

Bagus juga nih si penjual, nggak semata-mata cari untung. Saya bilang, saya tetap mau yang itu, ASUS A407 UF. Karena kerjaan saya banyak berhubungan dengan multimedia dan butuh grafis yang bagus. Akhirnya dia kasih tahu harganya 8,5 juta. Saya coba tawar, karena sebelumnya saya lihat di marketplace ada yang jual 8,4. Alhamdulillah nggak pakai lama, kami sepakat di harga 8,4 juta.

Mahal? Lumayan sih, apalagi bayarnya dari dompet sendiri. Tapi karena bakal dipakai jangka panjang, ya nggak apa-apa. Anggap saja investasi. Lagian ini juga bisa dipakai anak-anak belajar.

Kenapa mahal, spesifikasinya gimana sih?

Laptop ASUS 407UF yang saya beli ini tipis dan ringan, beda jauh dibandingkan laptop lama saya. Memiliki prosesor Intel® Core™ i5-8250U Processor, 3.4GHz (6M Cache). Prosesor Intel Core generasi ke-8 ini relatif hemat energi dan hanya membutuhkan daya maksimal hanya 15 watt saja. Untuk memorinya 4 GB, sementara kapasitas hardisknya 1 TB. Sudah dilengkapi dengan windows 10 pula, asli terlisensi. Saat itu hanya tersedia 2 warna, yaitu hitam dan abu-abu, saya memilih abu-abu.

spesisikasi ASUS A407 UF

Setelah 4 bulan pemakaian, saya merasa puas. Baterainya tahan lama, 4 jam lebih. Jadi kan saya masuk kerja jam 7.30, hidupkan laptop tanpa pakai power supply, mengandalkan tenaga dari baterai. Jam 11 lebih, menjelang jam istirahat, baru saya hubungkan kabel daya ke colokan listrik. Saya tinggal pulang, kalau jam istirahat siang saya pulang ke rumah. Jam 13.00 saya balik ke kantor lagi, cabut kabel daya dan kerja lagi hingga pukul 16.00.

Laptop ini ukuran layarnya 14 inchi dan ringan banget. Kini kalau keluar kota cuma 3 hari saya cukup bawa satu tas ransel saja. Sudah muat laptop, baju ganti dan perlengkapan untuk 3 hari.

Untuk port yang tersedia adalah 2 port USB, 1 port HDMI dan 1 post untuk audio. Berhubung saya harus sering presentasi dan terkadang sambungan ke LCD itu masih pakai VGA card, sekalian saja saya beli konverter HDMI ke VGA card. Katanya sih, biasa dia jual 125 ribu, khusu saya di kasih aja 100 ribu.

Sejauh ini, ASUS A407 UF lancar-lancar saja untuk menjalankan aplikasi multimedia. Ada blender untuk animasi 3 dimensi, videopad untuk editing video dan unity untuk membuat aplikasi augmented reality.  Itu adalah beberapa aplikasi ‘berat’ yang saya gunakan di laptop ini.

Dari Jaya plaza, saya tak kembali ke tempat seminar, melainkan ke penginapan. Berkencan dengan laptop baru, ASUS A407 UF.

Jadi memang, selalu ada hikmah dalam sebuah peristiwa. Berawal ikut seminar dan akhirnya bisa beli laptop baru.

30 Comments

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: