PengalamanKu

Kenangan pada yang Telah Tiada

Saat melayat seorang teman yang telah berpulang, rata-rata pelayat membicarakan almarhum. Hari-hari terakhir menjelang kematiannya, kenangan bersama almarhum, keluarga yang ditinggalkan, anaknya berapa, umurnya berapa? Saat melayat seolah waktu yang paling tepat untuk mengorek segala sesuatu tentang almarhum. Setiap orang seolah berlomba menjadi orang yang paling tahu tentang almarhum. “Kasihan anaknya masih kecil-kecil…” “Sayang ya,… Read More Kenangan pada yang Telah Tiada

PengalamanKu

Maut Itu Tak Kenal Waktu

Kematian pasti akan datang. Kematian pasti akan menghampiri kita semua. Jika dia telah datang, tak ada yang dapat menghindar. Tak ada yang kuasa menolak. Walau berlari kencang, walau bersembunyi, dia akan tetap menemukan kita. Kala mendengar kabar tentang kematian, ada kalanya kita hanya diam dalam hati memaklumi. Oh, iya dia sudah lama terbaring sakit, badan… Read More Maut Itu Tak Kenal Waktu

#15HariNgeblogFF

Menikahlah Denganku

Menikahlah denganku. Setiap wanita dewasa pasti bahagia jika lelaki yang dicintainya mengucapkan kalimat itu. Pasti akan langsung mengangguk sebagai tanda setuju karena memang kalimat itu telah lama dinantikannya. Pasti akan segera memeluk lelaki pujaannya, menangis didadanya karena haru akhirnya kalimat yang ditunggu-tunggu itu terucap juga. Pasti akan segera mengabarkan ke dunia “aku dilamar” dengan muka… Read More Menikahlah Denganku

#15HariNgeblogFF

Inilah Aku Tanpamu

Disini aku sekarang. Berdiri diatas podium, menghadapi ratusan orang. Aku harus berbicara pada mereka. Aku mewakili mereka semua. Mewakili untuk berbicara tentang kesan-kesanku selama mengikuti pendidikan disini. Aku yang terpilih. Aku terpilih dari sekian ratus peserta. Tentu saja aku bangga. Kuedarkan pandangan. Bersitatap dengan banyak mata yang tertuju padaku. Aku mencari tatapan matamu. Dari atas… Read More Inilah Aku Tanpamu

PengalamanKu

Tersesat di Ranah Fiksi

Sering melamun, berandai-andai. Tercipta kisah dalam khayalan. Kisah rekaan yang kunikmati sendiri.Tak ada orang lain yang tahu. Hanya aku. Hanya untukku. Ingin kuceritakan pada orang lain, tapi aku malu jika mereka tahu tentang khayalanku. Ingin kutuliskan dengan nama anomin, tapi nggak enak banget berkhayal sambil menulis. Saat ada hasrat menulis, khayalanku tak mau jalan. Susah… Read More Tersesat di Ranah Fiksi

#15HariNgeblogFF

Sepucuk Surat (Bukan) Dariku

Aku mencintaimu? Sudah pasti. Kau mencintaiku? Entahlah. Tak pernah ada kata cinta terucap dari mulutmu untukku. Walau kata sayang dan rindu sering terucap, namun aku masih tak tahu apakah kau mencintaiku. Kau selalu berikan perhatian lebih padaku. Kau selalu ceritakan apapun kegiatanmu padaku. Sedang senang ataupun susah, kau selalu bercerita. Apakah aku sekedar tempat curhat… Read More Sepucuk Surat (Bukan) Dariku

#15HariNgeblogFF

Jadilah Milikku, Mau?

Menulis surat cinta? Huh, makasih dah! Aku tuh bukan tipe lelaki yang bisa nggombal. Merangkai kata-kata indah. Bikin rayuan dengan kalimat muter-muter padahal intinya cuma mau bilang sayang. Menyebut segala macam nama bunga hanya untuk bilang cantik. Aku terbiasa ngomong langsung, apa adanya. Kalau suka, kubilang suka. Kalau tak mau, aku bilang tak mau. Kalau… Read More Jadilah Milikku, Mau?

#15HariNgeblogFF

Dag Dig Dug

“Sebentar lagi aku sampai” membaca tulisan dilayar hp membuat dadaku berdegup makin kencang. Tanganpun bergetar. Sebentar lagi dia sampai. Sebentar lagi kami akan bertemu. Bergegas aku ganti baju, mematut diri didepan cermin. Eh, kenapa aku jadi salah tingkah begini. Dag dig dug. Menghela nafas panjang untuk menenangkan diri sebelum melangkah meninggalkan kamar kostku. Aku berjalan… Read More Dag Dig Dug