Ramadhan Day 4 : Ketika Harus Masuk Kantor di Masa Pandemi Covid-19




Sudah sebulan lebih menjalani WFH, tepatnya mulai 18 Maret hingga 24 April. Semalam sudah terima memo dari pimpinan bahwa WFH di perpanjang lagi sampai 13 Mei. Baiklah nikmati saja.

Eh, tapi hari ini saya harus ke kantor. Ada pekerjaan penting yang nggak bisa di remote dari rumah. Harus hadir di kantor, karena berhubungan dengan fisiknya server. Dan inilah cerita ketika harus masuk kantor di masa pandemi Covid-19.

Drama Pagi Hari

Pagi-pagi saya sudah bilang ke anak-anak kalau hari ini mau ke kantor. Mereka protes dong. Kan ada virus. Kan harus di rumah aja. Kalau si Toto protesnya karena udah terlanjur nyaman tiap hari lihat mamanya di rumah aja. Jadi pas dibilang mau kerja lagi, langsung melarang.

Saya jelaskan kalau ada pekerjaan penting di kantor. Lagian kerjanya nggak seharian, paling jam 12 udah di rumah lagi. Si babang sama kakak mau ngerti, sementara Toto tetap aja melarang.

Dari jam 5 an sampai jam 7 berulang kali, setiap ada kesempatan baik, saya bilang sama Toto kalau saya hari ini mau ke kantor. Toto langsung merengut, pasang tampang sedih, merengek melarang saya untuk ke kantor. Sampai setengah 8 baru saya diijinkan mandi.

Usai mandi, masih juga ditangisi. Pokoknya nggak boleh ke kantor. Karena sudah makin siang, dan bujukan nggak mempan, keluar deh jurus sogokan. Saya janjikan beli es krim, asal mamanya boleh ke kantor.

Berhasil deh jurusnya. Langsung ke minimarket, yang untungnya jaraknya nggak sampai 500 meter. Beli es krim dan kasih ke Toto.

Prosedur Perlindungan Diri Saat Ngantor

Urusan Toto beres, cus ke kantor. Jarak rumah ke kantor dekat sih, nggak sampai 3 km. Lewat jalan kampung pula. Tapi tetap ya prosedur perlindungan diri harus dilakukan.

Pakai masker, pakai helm, pakai sarung tangan. Cuss berangkat.

Sampai gerbang kantor di sambut pak satpam dengan senapan. Eh bukan, alat pengukur suhu yang bentuknya kayak tembakan itu. 36,3 derajat celcius. Lolos. Boleh masuk gerbang.

Lanjut masuk ke bilik disinfektan. Bersama motor kesayangan. Biliknya cuma ada dinding di samping kiri dan kanan. Ada penyemprot di bagian atas. Saya berhenti sekitar 3 detik dalam bilik, setelah terasa ada semprotan dari atas, lanjut jalan lagi.

Bilik disinfektan
Bilik disinfektan

Nggak bahaya tuh disemprot cairan disinfektan?

Kemarin memang sempat ada polemik ya. Ada yang bilang berbahaya, ada yang bilang nggak. Kalau di kantor saya ini, isi cairan yang disemprotkan itu adalah sabun dettol yang sudah diencerkan dengan air. Entah berapa perbandingannya.

Ok, semua prosedur perlindungan sudah dijalankan. Parkir motor lalu masuk ruangan. Belum lama duduk, ada teknisi yang masuk ruangan, membagikan masker, cairan antiseptik sama vitamin. Tahu aja dia kalau hari ini saya ngantor.

perlengkapan protokol kesehatan
Paket perlindungan diri di masa pandemi covid-19

Selama di kantor masker tetap dipakai dan menjaga jarak dengan beberapa teman yang hari ini ngantor juga. Usai cek beberapa peralatan, kami lalu mengadakan rapat. Tentu dengan tetap menjaga jarak.

rapat di masa pandemi
Rapat di ruang rapat biasa

Kami pun lalu mengirim foto ini ke pimpinan, niatnya mau laporan. Eh, sama pimpinan malah di marahi. Katanya harus jaga jarak, ini jaraknya masih kurang dari 1 meter.

Kami pun lalu pindah ke ruangan yang lebih besar. Lapor lagi ke pimpinan. Balasan dari pimpinan, jangan lama-lama, nggak boleh lebih dari 4 jam, karena masker kain harus ganti setelah 4 jam.

Menjelang adzan dhuhur, kami akhiri pertemuan hari ini. Akan di lanjutkan lagi hari rabu besok secara online. Tapi kayaknya saya bakal ke kantor aja deh, menghemat kuota hehehe….

31 Comments

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya