SMK Islam Diponegoro

SMK Islam Diponegoro Brebes, Mencetak Lulusan terampil Siap Kerja

Brebes. Jika kota ini di sebut, maka yang langsung terbayang adalah telur asin dan bawang merah. Karena kedua hal itu yang sering saya baca dan lihat di media televisi. Brebes memang identik dengan telur asin dan bawang merah. Identik juga dengan kemacetan jalan raya saat musim mudik tiba. Namun ternyata, kini Brebes juga mulai di kenal dengan kawasan industrinya.

Kawasan Industri Brebes. Banyak pabrik yang memindahkan area operasinya dari cikarang maupun area lain di kawasan industri Tangerang ke Brebes. Hal ini tentunya membuka peluang kerja bagi warga Brebes. Dunia pendidikan, khususnya SMK yang salah satu tujuannya mencetak tenaga terampil pun mesti menangkap peluang ini. Salah satunya adalah SMK Islam Diponegoro yang menjadi partner industri untuk mencetak tenaga terampil siap kerja.

Kawasan Industri Brebes

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pemerintah mengusulkan pembangunan sebanyak 27 kawasan industri baru. Salah satunya adalah Kawasan Industri Brebes (KIB). Pembangunan KIB, untuk menjadikan Brebes sebagai kawasan industri baru yang akan mendorong tumbuhnya investasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus upaya mengurangi kemiskinan. 

Total alokasi lahan KIB mencapai 3.976 hektar yang meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bulakamba, Losari dan Tanjung. KIB terdiri dari beberapa klaster meliputi kawasan industri tekstil dan produk tekstil, kulit dan alas kaki, makanan dan minuman, industri mebel, farmasi dan alat kesehatan. Hingga saat ini, KIB masih terus dalam proses pembangunan. Walau demikian, sudah ada beberapa industri yang melakukan relokasi pabriknya ke Brebes.

Salah satu pendorong utama relokasi beberapa pabrik ke KIB adalah karena upah buruh di Brebes cukup terjangkau, lebih murah dibandingkan di kawasan Industri di Jawa Barat maupun Jawa Timur. Dengan kualitas hasil pekerjaan yang sama, tentunya para pengusaha bakal lebih memilih mengeluarkan upah buruh yang lebih rendah.

SMK Islam Diponegoro

SMK Islam Diponegoro, terletak di jalan Jendral Sudirman 34, Losari, Brebes. Lokasi yang strategis karena berada di Jalan utama jalur pantura, berdekatan juga dengan beberapa industri besar di Brebes.

Sekolah yang membuka peminatan Teknik Otomotif, Teknik Komputer dan Jaringan, Perbankan serta Perhotelan ini terus berbenah, baik secara fisik berupa pembangunan gedung hingga kelengkapan sarana praktik, maupun dalam hal peningkatan SDM tenaga pengajarnya. Apalagi tahun ini, SMK Islam Diponegoro juga dipercaya untuk menjadi SMK Pusat Keunggulan.

Keberhasilan untuk meraih predikat SMK Pusat Keunggulan ini tentu saja berkat kerja keras seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di SMK Islam Diponegoro, yang dikomandoi oleh kepala Sekolah yang memiliki pandangan jauh ke depan.

Kepala SMK Islam Diponegoro Brebes
Kepala SMK Islam Diponegoro Brebes

Bapak Muhammad Azhari, selaku Kepala SMK Islam Diponegoro terus melakukan berbagai upaya untuk melengkapi sarana prasarana pendukung kegiatan praktik bagi para peserta didik. Melobi pihak yayasan maupun berbagai pihak untuk bisa memberikan bantuan perlengkapan praktik bagi anak-anak.

Saya sempat masuk ke bengkel sepeda motor di SMK Islam Diponegoro, sepeda motor yang dipakai untuk praktik tergolong sepeda motor keluaran baru lho. Masih bagus-bagus dan mulus.

bengkel sepeda motor
Bengkel sepeda motor
bengkel sepeda motor

Balai Latihan Kerja SMK Islam Diponegoro

SMK Islam Diponegoro memiliki Balai Latihan Kerja Komunitas untuk bidang teknologi informasi. BLK Komunitas ini dimanfaatkan untuk memberikan pelatihan, baik kepada para siswa di SMK Islam Diponegoro, siswa sekolah lain maupun masyarakat umum.

balai latihan kerja komunitas
Gedung workshop TIK

Selain workshop Teknologi Informasi, di sini juga ada BLK yang bekerja sama dengan industri, dalam hal ini industri garmen. Semua peralatan mesin jahit yang canggih disediakan oleh pihak industri.

BLK ini dimanfaatkan untuk melatih calon tenaga kerja di bagian produksi di pabrik, supaya akrab dengan penggunaan mesin-mesin di pabrik. Harapannya saat mereka mulai masuk kerja, bisa langsung bekerja dengan baik, tanpa perlu masa penyesuaian lagi. Itulah sebabnya, standar peralatan yang digunakan dalam pelatihan pun, menggunakan standar dari pabrik.

Durasi pelatihan biasanya 20 hari, tapi bisa dipercepat kalau memang pihak industri sudah menghendaki supaya mereka bisa segera masuk kerja. Peserta pelatihan adalah lulusan SMK Islam Diponegoro, lulusan sekolah lain di sekitar maupun masyarakat umum. Bahkan siswa kelas 12 pun bisa mengikuti pelatihan di sini. Harapannya setelah dinyatakan lulus, bisa langsung kerja.

balai latihan kerja
Peserta pelatihan sedang praktik

Saat saya berkunjung ke sana, sedang ada pelatihan untuk calon pekerja pabrik sepatu Adidas. Sehingga dalam praktiknya, mereka belajar untuk membuat sepatu dari bahan-bahan yang telah disediakan.

Berlatih menjahit sepatu

Keterserapan Lulusan

Saat ini keterserapan lulusan dari SMK Islam Diponegoro, khususnya yang perempuan cukup tinggi. Karena banyak industri yang menerima tenaga kerja perempuan untuk dibagian produksi. Sementara untuk lulusan laki-laki, tingkat keterserapannya masih rendah.

Banyak lulusan laki-laki harus keluar dari Brebes jika ingin mendapatkan pekerjaan, apalagi jika ingin pekerjaannya sesuai bidangnya. Alternatif kota terdekat adalah ke Cirebon, karena bengkel besar maupun industri otomotifnya lebih banyak.

Harapan dan Impian di Masa Mendatang

Tentunya SMK Islam Diponegoro tak ingin berpuas diri saat ini. Masih banyak PR dan pekerjaan besar untuk mengantarkan siswa siswinya menjadi orang sukses.

Latar belakang sosial para siswa yang rata-rata dari golongan ekonomi menengah ke bawah, motivasi belajar yang masih rendah, bahkan juga ketakpedulian orang tua siswa terhadap pendidikan anak-anaknya menjadi tantangan tersendiri untuk dihadapi.

Gedung sekolah yang masih jadi satu pintu pagar dengan gedung SMP, juga membuat branding sekolah menjadi kurang kuat. Bengkel sepeda motor yang letaknya ada di belakang, tentu tak bisa terlihat oleh masyarakat umum. Seandainya gedung bengkel itu ada di depan, bisa terlihat jelas oleh pengendara yang melintas. Apalagi jika dilengkapi dengan papan nama. Tak hanya bisa menjadi sarana praktik, namun juga bisa menjadi unit produksi bagi sekolah.

Salah satu indikator keberhasilan SMK Pusat Keunggulan adalah memiliki produk unggulan. Saat ini sedang dikembangkan motor listrik. Motor listrik yang sedang dikembangkan ini beda dengan yang sudah dikenal dipasaran. Kalau biasanya motor listrik membutuhkan charger untuk mengisi daya, maka motor listrik yang sedang dikembangkan ini, saat bergerak otomatis juga terjadi pengisian daya. Semoga saja, pengembangan prototipenya berhasil dengan baik.

Demikianlah sekilas cerita hasil kunjungan saya ke SMK Islam Diponegoro Brebes. Doain ya, semoga sekolah ini semakin maju dan tingkat keterserapan lulusannya makin tinggi. Salam SMK BISA!

23 comments

  1. Iya aku juga sering denger tentang brebes mba. Sering dengernya itu soal mudiknya. Tapi sekarang brebes udah mulai jadi kawasan industri ya mba. Ngomong ngomong SMK Islam Diponegoro Brebes ini bagus bagus ya mba jurusannya. Kyaknya itu jurusan jurusan yang peminatnya tinggi dan lapangan kerjanya lebih banyak. Semoga para lulusan SMK ini dapet kerja sesuai jurusan mereka ya

  2. Anak-anak lulusan SMK memang biasanya terampil ya mba. Apalagi kalau sekolahnya SMK Islam Diponegoro ini ya, fasilitasnya aja lengkap, insya Allah lulusannya akan siap terjun ke dunia kerja.

  3. Bagus sekali SMK Islam Diponegoro Brebes ini, sampai ada BLK Komunitas yang bisa dimanfaatkan oleh siswa di SMK Islam Diponegoro, siswa sekolah lain maupun masyarakat umum. Semoga ke depan serapan baik untuk lulusan baik perempuan maupun laki-laki berimbang juga makin sukses sebagai SMK Pusat Keunggulan ke depan

  4. Ini nih makanya kalau Abang keluar dari pesantren kudu cari SMK Islam yang berkualitas. Soalnya mereka sudah praktek kerja ya bukan cuma ilmu aja. Sayang ini jauuh bukan di jabodetabek.. hiks

  5. Skill teknis seperti otomotif, menjahit, dan teknologi seperti ini yang dibutuhkan para pelajar SMK supaya lulus sekolah siap kerja. Hebat lho SMK Islam Diponegoro Brebes ada BLK-nya.
    Kalau motor buat latihan praktik sebaiknya ada juga motor butut supaya makin menantang. hehe

  6. wah iya, Brebes ini kawasan industri yang cukup menjanjikan ya mbak
    pas banget klo ada SMK yg mrncetak lulusan siap kerja di dunia industri seperti SMK Islam Diponegoro ini

  7. SMK Islam Diponegoro ternyata keren banget nih. Semoga makin maju dan mampu mencetak generasi penerus yang memiliki skill mumpuni.

    Terlebih lagi, pas banget di Brebes memiliki kawasan industri. Ini sangat cocok.

  8. Wah kalau yang cewek2 langsung mudah masuk industri di kota asal ya, tapi kalau cowok2 rata2 mesti merantau dulu ya. Tapi gpp lha ya. Siapa tahu kalau pulang kelak buka lapangan kerja sendiri di kotanya.
    Aku tu suka nyesel knp dulu aku gk masuk SMK, kyknya enak gtu punya keterampilan khusus. Kalau mau kuliah pun skrng anak SMK jg sangat mudah ya mbak.

  9. Ketidakpedulian orang tua bahkan siswanya pasti ada pengaruhnya ya mbak.
    Soal pagar dan halaman yang masih jadi satu dengan gedung SMP, mirip dengan SMK swasta dekat rumah. Sejak mereka dipisahkan oleh dinding dan pagar beda, orang yang lewat jadi tahu ternyata ada dua sekolah yang berdekatan.

  10. Bagian pengembangan motor listrik itu menarik. Karena pengisiannnya nggak cuma dicharge biasa, tapi juga memanfaatkan energi kinetik dari motornya ya? Keren banget. Harusnya siswa SMK memang didorong untuk berinovasi begini. Jadi saat lulus nggak juga jadi tenaga kerja yang terampil tapi juga punya kemampuan wirausaha dan inovasi yang mumpuni.

  11. SMK seperti ini keren ya, bisa mencetak lulusan langsung kerja. Aku lebih suka kayak gini, jadinya nggak capek kalau harus sekolah lagi. Bisa langsung terjun ke dunia kerja. Apalagi siswanya banyak yang dari ekonomi menengah ke bawah.

  12. SMK Islam Diponegoro bisa memberikan bekal yang baik untuk anak muda yang kreatif.
    Ilmunya anak SMK itu selain teori juga langsung terjun ke dunia yang sebenarnya. Sukses selalu, generasi penerus bangsa, siswa/i SMK Islam Diponegoro.

  13. Bener bgt nih, inget Brebes inget telur asin dan bawang merah, tetanggaku dr Brebes tiap mudik bawa ini, hehehe. Btw, baru tahu kalau bakalan ada Kawasan Industri di Brebes, dan sekolah di SMK jadi peluang bgt. Karena lulusan SMK itu udah pada siap kerja.

  14. Wah senangnya membaca artikel ini. Semoga SMK islam Diponegoro semakin inovatif dan sukses dengan programnya yg keren2. Saat ini kita butuh nih inovasi dalam dunia pendidikan

  15. Moga SMK bisa cetak generasi siap.kerja ya. Mana di Brebes itu banyak industri jangan sampai anak negeri gak disalurkan. Malah make tenaga asing, hehehehe

  16. Keren banget ini sekolahnya, bisa langsung praktek ya. Sukses selalu untuk SMK ISlam Diponegoro, semoga semakin maju, berkembang dan mencetak lulusan yang unggul.

  17. Semoga senantiasa mencetak generasi siap untuk terjun di medan kerja yang sudah bertransformasi ke digital
    Tantangan untuk mereka taklukkan di masa depan makin dahsyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *