Candi Penataran Puas jalan-jalan ke kampung coklat, perjalanan kami lanjutkan ke Candi Penataran yang terletak di desa Penataran Kecamatan Nglegok, Blitar. Gersang dan panas, begitulah yang kami rasakan saat sampai di sana. Apalagi memang pas
Spot foto kampung coklat Kampung coklat terletak di jalan banteng-blorok, Kademangan, Blitar. Lokasinya pas di pinggir jalan. Walau sudah menggunakan bantuan google map, kami masih juga kesasar hehehe…. Dari jalan utama Blitar – Tulungagung, lokasinya
Kemarin, saya dihubungi oleh kakak sepupu saya. Usia kami selisih jauh. Anaknya tahun ini lulus SMA. Dia menghubungi saya untuk meminta pertimbangan, sebaiknya anaknya nanti setelah lulus dari pondok, kuliah di mana dan jurusan apa.
Suatu kali saya pernah posting gambar babang yang sedang makan sambil membaca buku, dengan keterangan : “Orang kalau sudah asyik biasanya nggak mau di ganggu. Apalagi klo sudah larut asyik baca buku, nggak enak banget kalau
4 Oktober 2016, Alhamdulillah bayiku terlahir dengan selamat, melalui proses persalinan yang lancar. Anak ketiga, melengkapi kebahagiaan kami. Bayi yang menurut perkiraan bidan akan lahir tanggal 12 Oktober, namun ternyata maju seminggu dari perkiraan. Untunglah
Anak Tantrum? Cubit Ibunya Dalam satu sesi tanya jawab seminar parenting yang pernah saya hadiri, pembicara meminta tolong moderator untuk mencubit seorang ibu yang bertanya bagaimana caranya agar anak tidak tantrum jika meminta sesuatu. Kenapa
Ke Makassar kok bukannya makan coto, malah makan ayam penyet? Ayam penyet di Malang juga banyak, bikin sendiri di rumah juga bisa. Begitu kali ya, tanggapan spontan kalau saya bilang di Makassar kemarin, saya bukannya
Lendir, mendengar kata ini bisa jadi dalam pikiran kita terbayang “sesuatu” yang tidak baik, menjijikkan. Tapi tidak dengan yang satu ini, yaitu mie lendir. Pertama baca tulisan “mie lendir” pada beberapa warung makan di kota
Sejak punya anak, saya jadi males keluar rumah untuk urusan belanja berbagai macam barang. Gara-garanya, kalau lagi asyik milih-milih barang, bocah-bocah nggak sabar nungguin. Ngajak ke sinilah, ngajak ke situlah, ngajak makan, bahkan ngajak pulang.
Selesai corat-coret dengan pensil warna di lembaran-lembaran kertas, babang mendekati saya. Menyodorkan beberapa hasil karyanya agar saya mau melihat dan memberi komentar. Untuk menyemangatinya, saya bilang kalau lukisannya itu bagus. Jaman seusianya, kayaknya saya belum